Mengaku Kecewa Tim Paralegal P2TP2A Ajukan Pengunduran Diri

Tim Paralegal  menghadiri pertemuan bersama Plt Bupati Bener Meriah Dailami dan Sekda Haili Yoga  di ruangan siber setdakab Bener Meriah Jumat (11/6).MASHURI | RAKYAT ACEH

HARIANRAKYATACEH.COM – Merasa kecewa dan tidak mendapat perlindungan dan  pengayoman serta  perhatian dari Pemerintah Daerah, Tim Paralegal Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak  (P2TP2A)  Kabupaten Bener Meriah ajukan surat pengunduran kepada Ketua P2TP2A.  
 
Salah seorang Tim Paralegal Sahwani kepada harianrakyataceh.com Jumat (11/06/2021) menyampaikan,  Tim Paralegal P2TP2A mengundurkan diri akibat merasa kecewa dan tidak mendapat perlindungan, pengayoman dan perhatian dari Pemerintah Daerah
 
Sementara katanya, tim harus bekerja setiap saat untuk pendampingan korban kasus kriminal khususnya perempuan dan anak-anak di wilayah Bener Meriah. “Sudah empat tahun kami bekerja, tapi gaji kami hanya Rp 300 ribu perbulan, belum lagi beban pekerjaan sangat banyak, untuk mendampingi korban kekerasan seksual terhadap anak,”ungkapnya.
 
Atas dasar tersebut pihaknya mengaku mengajukan pengunduran diri sebagai tim paralegal kepada ketua P2TP2A Nikmah Sarkawi diteruskan ke Dinas P3AKB Bener Meriah.“Lantas surat tersebut disampaikan ke Bupati Bener Meriah dengan tembusan ke DPRK setempat. Namun pihak Dinas P3AKB sempat melarang kami untuk mengajukan pengunduran itu,” ujarnya.

Menyikapi aksi pengunduran diri tersebut, Plt. Bupati Bener Meriah Dailami didampingi Sekretaris Daerah Drs. Haili Yoga, M.Si gelar pertemuan dengan Dinas P2AKB Kabupaten Bener Meriah dan Tim Paralegal di ruangan siber setdakab Bener Meriah Jumat (11/6).
 
Pertemuan tersebut turut juga dihadiri oleh Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Drs. Muklis, Asisten Administrasi dan Umum Armansyah, SE, M.Si dan Kepala Dinas P3AKB Hj. Susnaini .
 
Plt. Bupati Bener Meriah menyampaikan dengan musyawarah segala persoalan dapat diselesaikan, begitu juga dengan permaslahan tersebut, “ Apakah paralegal masih memberi peluang untuk tidak mengundurkan diri apabila dilakukan musyawarah” Tanya Dailami.
 
Setelah tim paralegal menyanggupi, Plt. Bupati selanjutnya menginstruksikan kepada Sekretaris Daerah dan Asisten yang hadir agar segera membahas proses penganggaran sesuai dengan regulasi dan kebutuhan lapangan paralegal.
 
Semenatara itu Sekretaris Daerah Haili Yoga menyampaikan, pembahasan hari ini adalah untuk mencari solusi bukan untuk menerima pengunduran diri paralegal. “Mewakili Pemerintah Daerah kami sangat berterima kasih kepada paralegal atas apa yang telah  dilakukan selama ini” ucapnya.
 
Selaku ketua TAPD bersama anggota pihaknya juga mengaku akan membahas hal ini dan akan mengikutsertakan perwakilan paralegal dalam rapat anggaran untuk paralegal.” Kita juga akan carikan bantuan keuangan dari luar atau lembaga lain yang bersifat tidak mengikat” ujarnya.(uri)