Aktivis Bawa Soal Makelar di Kejari Tamiang ke Kejagung

Haprizal Roji aktivis dari RPKRI, menggelar aksi lanjutan di depan Kejaksaan Agung RI di Jakarta, Senin (14/6).

BANDA ACEH (RA) – Aktivis Rakyat Peduli Kejaksaan Republik Indonesia (RPKRI) Haprizal Roji, menggelar aksi lanjutan di depan Kejaksaan Agung RI di Jakarta, Senin (14/6/).

Haprijal mengelar aksi tunggal sambil membentang spanduk bertuliskan “Copot Kajari, Kasi Intel dan Kasi Pidsus.Bersihkan oknum jaksa nakal di Aceh Tamiang.”

Dalam orasinya di Kejagung, Haprijal menuntut Jaksa Agung RI mencopot Kajari Aceh Tamiang, Kasi Intel Kejari, Kasi Pidsus dan mengevaluasi secara total kinerja Kejati Aceh.

“Presiden dan Menko Polhukam RI harus memanggil Jaksa agung RI dalam hal penyalahangunaan wewenang dilakukan pejabat di Kejari Aceh serta mengevaluasi secara total kinerja Kajati Aceh, “ucapnya.

Sebelumnya Haprijal sempat aksi di Kejati Aceh pada Kamis 3 Juni 2021. Saat itu Haprijal disambut Kasi Penkum Kejati Aceh, H Munawal Hadi SH MH. Merasa tak puas dengan jawaban pihak Kejati Aceh, ia pun berlanjut berorasi kembali di dua tempat berbeda yakni Kejagung dan Kemenpolhukam di Jakarta.

 Dalam orasi sebelumnya di di depan Gedung KejaksaanTinggi (Kejati) Aceh. Haprijal menuntut pemberan tasan makelar kasus (markus) di lingkungan Kejari Aceh Tamiang agar segera ditindak.

“Saya dapat laporan dari masyarakat yakni soal dugaan pemerasan yang dilakukan oleh oknum jaksa nakal yang bekerja sama dengan seorang berinisial P, “sebutnya.

Dikonfirmasi media ini melalui pesan Whatshapp, Kasi Penkum Kejati Aceh, H Munawal Hadi SH MH menuturkan, sejauh ini belum mendapat info siapa saudara P yang dimaksud.

“Maaf bang saya belum dapat infonya siapa saudara P . Nannti saya minta petunjuk ke pimpinan dulu, “balasnya Singkat.

Terkait tudingan ini Kajari AcehTamiang, Agung Ardyanto, juga telah membantah ada makelar markus (markus) di Kejari Aceh Tamiang. Kajari meluruskan P merupakan pembantu pribadinya. Bila dia pulang P yang mengantarkan baju ke laundry dan hampir semua pekerjaan rumah juga P yang kerjakan.

“Jadi kesalahan P ini terkesan dicari-cari sampai disebut sebagai makelar kasus. Saya tegaskan bahwa informasi itu adalah hoaks,” bantah Kajari Aceh Tamiang, Agung Ardyanto dalam keterangan yang diterima Rakyat Aceh, Kamis (3/6).

Kajari juga membantah tudingan lain terhadap P bebas keluar masuk ke dinas-dinas pemda Aceh Tamiang dan menyebabkan seorang kepala dinas sakit karena ketakutan ditelepon P, itu tidak benar.

“Itu hoaks dan fitnah yang sengaja digulirkan oleh orang-orang yang tidak senang kepada P, dan Kadis Kesehatan Ibnu Azis saat itu memang sedang sakit terpapar Covid 19,” pungkas Kajari Agung Ardyanto meluruskan. (mar/min).