Pansus DPRK Pidie Pertanyakan LPJ KONI

HARIANRAKYATACEH.COM – Sejumlah anggota Panitia Khusus (Pansus), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kabupaten Pidie, akan mempertanyakan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) kabupaten setempat.

Persoalan tersebut terkait dengan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Aceh, tentang Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pidie.

Ketua Tim Pansus LHP DPRK Pidie, Teuku Saifullah kepada media ini, Selasa (15/6), menyebutkan jika pihaknya akan mempertanyakan hal tersebut kepada Dispora Pidie.

“Ini kita lakukan, karena ada keraguan wakil rakyat dalam pembinaan olahraga selama ini di Pidie yang tidak berjalan dengan semestinya,” sebutnya.
Disebutnya, meski Pansus tersebut bukan berbicara masalah KONI, akan tetapi ada beberapa anggota Pansus mempertanyakan persoalan tersebut, sehingga pihaknya meminta Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga untuk menyerahkan LPJ penggunaan dana oleh KONI.

“Kami minta kepada Disparpora untuk segera menghadirkan laporannya ke tim Pansus, dimana seharus pembinaan olahraga harus professional,” kata Ketua Tim Pansus.
Teuku Saifullah TS, menambahkan ada keraguan anggota Pansus dalam penggunaan anggaran oleh KONI Pidie. Artinya pihaknya selaku wakil rakyat ingin mengetahui kemana saja digunakan dana Rp 2 Milyar.

“Jika ini disebutkan untuk pembinaan atlet tentu harus jelas penggunaannya, atau jelas untuk pembinaan atlet apa saja yang sudah dilakukan, sehingga dana yang dialokasikan tersebut tepat sasaran sebagaimana kemauan anggota Pansus,” ujarnya.
Teuku Saifullah menambahkan, bahwa ada laporan bahwa KONI tidak mengelar Rapat Kerja, (Rakerda) setiap tahun.

Sementara itu, pada Musorkab KONI Pidie, ketua demisioner Samsul Bahri, tidak membacakan pertanggungjawaban tentang penggunaan dana bantuan daerah. Padahal, pertanggungjawaban keuangan dan prestasi hal yang wajib dipertanggungjawabkan.
Kondisi ini, membuat sejumlah pengurus Cabor tak puas dan meninggalkan ruangan (Walk Out) dari Musorkab, dimana seharusnya Samsul Bahri, mempertanggungjawabkan dana KONI bantuan daerah, terlebih dahulu.

Ironisnya lagi, Samsul Bahri secara aklamasi kembali dipilih menjadi Ketua KONI Pidie, tanpa pertanggungjawaban dana yang ditarik di Dispora Pidie, di mana bersangkutan dipilih sebagai ketua lagi secara aklamasi.

Praktis bagi Samsul Bahri, ia terpilih secara aklamasi untuk kedua kali. atau sebelumnya Ketua KONI Pidie, dipegang oleh Anwar Husein, populer dipanggil Tgk Wan Keulibeut.
Walk out dia antaranya Fadli yang juga Ketua PBSI dan Sekretaris FPTI Zian Mustaqim. (mag85/rus)