Sawah di Trienggadeng Stop Tanam Padi Musim Gadu

HARIANRAKYATACEH.COM – Sebagian besar persawahan di Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya, pada Musim Tanam Gadu (MTG) 2021 ini tidak menanam padi atau diistilahkan dengan Bera.

Alternatif itu dilakukan untuk menyeragamkan Musim Tanam Rendengan (MTR) 2021/2022 mendatang. Dengan kata lain, dari kurang lebih 1.400 hektare luas sawah disana, hanya sekitar 400 hektare yang tanam padi.

“Ya benar, mayoritas sawah di Trienggadeng pada MTG ini stop tanam padi dengan alasan untuk menyeragamkan tanam padi rendengan atau diistilahkan pade thon,” kata Kadis Pertanian Pangan (Kadistanpang) Pijay, drh Muzakir MM, menjawab wartawan harian ini, Senin (14/6).

Disebutkan, bahwa keputusan itu diambil adalah berdasarkan hasil musyawarah bersama yang digelar pekan lalu.

Musyawarah yang dipimpin camat setempat, lanjut Muzakkir, diikuti semua keuchik, ketua kelompok tani, kejruen blang, Koordinator Penyuluh/Pengelola Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) serta kadis terkait.

Petani sepakat melakukan pemberaan (mengistirahatkan tanah), untuk menyeragamkan turun ke sawah MTR mendatang. Alasan lain, karena kondisi lahan itu sendiri yang tidak pernah kering.

Sementara ke 400 hektare lahan sawah yang tanam padi musim gadu berada dalam wilayah Kemukiman Pangwa dan bersumber air dari Irigasi Beuracan Kecamatan Meureudu.

Saat ini petani di sejumlah gampong dalam kemukiman tersebut sedang menyiapkan lahan untuk menyemai benih.

Desa dimaksud adalah, Cot Lheue Reng, Deah Pangwa, Mee Pangwa, Kuta Pangwa, Meucat serta Gampong Cot Makaso.

Kejruen Chiek Trienggadeng, Ibnu Hajar yang dihubungi Rakyat Aceh juga membenarkan, pada MTG 2021 ini, kecuali kawasan Pangwa diizinkan tanam padi. Sedangkan sejumlah kawasan lainnya di stop dengan alasan seperti tersebut di atas.

Sambil menunggu MTR 2021/2022 mendatang, lanjut Ibnu Hajar, petani hanya dibenarkan tanam palawija atau tanaman sayur-sayuran (hortikultura).

“Hanya saja, kendala yang dihadapi sebagian besar petani adalah ketiadaan modal usaha,” papar Kejruen Chik.

Pihaknya mengaku sudah mendatangi Distanpang setempat untuk memohon bantuan setidaknya benih palawija plus pupuk dan pestisida. Tapi, karena tidak ada persediaan apalagi dengan kondisi Covid-19 selama ini, sehingga tidak terkabul.

Walau pun demikian, tambah Ibnu Hajar, sebagian petani akan berupaya semampunya untuk menanam palawija pengganti tanam padi pada MTG ini.

Pantauan wartawan harian ini dalam sepekan terakhir, petani di tujuh kecamatan lainnya (Meureudu, Ulim, Jangkabuya, Bandardua, Panteraja, Meurahdua serta Kecamatan Bandarbaru), sedang gencar olah tanah malah ada yang sedang tabur benih.

Pertengahan Juni hingga minggu pertama Juli 2021 mendatang tanam. Dijadwalkan pertengahan atau paling lambat akhir September panen. Jika jadwal ini dapat diikuti, kemungkinan akan terhindar dari serangan hama/penyakit berkurang. (mag87/rus)