Sekolah Diminta Perketat Awasi HP Ditingkat Pelajar

BIMBINGAN: Kasi Intelijen Kejari Aceh Timur, Andy Zulanda SH, ketika memberikan penyuluhan dan penerangan hukum dalam Program Jaksa Masuk Sekolah di SMAN 1 Simpang Ulim, Aceh Timur, Selasa (15/6). Maulana/ Rakyat Aceh

HARIANRAKYATACEH.COM – Dalam rangka mengantisipasi penyalahgunaan postingan di media sosial dikalangan pelajar, Kejaksaan meminta pihak sekolah mengawasi penggunaan Hp ditingkat pelajar.

“Pelajar memiliki hak pribadi dalam menggunakan medsos. Namun guru sebagai tenaga pendidik memiliki tugas tambahan dalam mengawasi handphone (HP) di kalangan pelajar,” kata Kajari Aceh Timur Semeru, SH MH, melalui Kasi Intelijen Andy Zulanda SH, usai mengisi Program Jaksa Masuk Sekolah di SMAN 1 Simpang Ulim, Selasa (15/6).

Dikatakan, hal itu penting untuk menghindari adanya kasus-kasus penyalahgunaan dan postingan yang dapat masuk ke ranah hukum.

Dia mengatakan, pembelajaran dalam jaring (daring) selama pandemi COVID-19 membutuhkan perangkat HP, sehingga HP di kalangan pelajar sudah biasa.

“Oleh karenanya, orangtua/wali dan guru perlu mengawasi secara ketat agar keberadaan HP ditangan pelajar benar-benar dimanfaatkan untuk belajar,” sebut Andy.
Perlu diketahui, lanjut Abdy, bahwa pelajar tidak hanya dituntut memiliki kecerdasan secara intelektual, melainkan harus berperilaku yang baik.

“Jika HP sudah dikantongi, maka pengawasan pertama adalah mencegah agar pelajar tidak lalai dengan game online dan konten-konten pornografi,” timpanya.

Tidak tertutup kemungkinan terjadi, karena beberapa hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Pol-PP dan WH, banyak menemukan konten-konten yang tidak layak menjadi konsumsi kalangan pelajar.

“Sebab itu, pihak sekolah perlu merazia isi HP dari siswa/i. Begitu juga disaat mereka kembali ke tengah-tengah keluarga, maka orangtua/wali harus memeriksa isi HP anaknya,” demikian Andy.

Program Jaksa Masuk Sekolah dilaksanakan bertujuan untuk mensosialisasi dan mengedukasi hukum di tengah pelajar, sehingga siswa/i terbebas dari berbagai sandungan hukum. Kegiatan yang dimotori pihak kejaksaan dipusatkan ditiga titik yakni SMAN 1 Simpang Ulim, SMAN 1 Idi, dan SMAN 1 Peureulak. Selain dari kejaksaan, para pemateri dari ormas dan OKP juga ikut diundang.

Kegiatan tersebut dibuka Kepala Cabang (Kancab) Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Aceh Timur, Abdul Jaban. Kegiatan Jaksa Masuk Sekolah itu berlangsung dengan mematuhi protokol kesehatan (prokes), seperti menjaga jarak dan memakai masker. (mol/rus).