Kuliner Sate Apaleh Geurugok Tersohor, Sebagian Keuntungan Disumbang Membangun Dayah

HARIANRAKYATACEH.COM – Sate Apaleh tersohor seantero Aceh. Kelezatan yang disajikan, membuat para pengunjung ketagihan. Jika pengguna jalan Medan-Banda Aceh melewati Geurugok tidak menyempatkan singgah ditempat kuliner tersebut, terasa akan menyesal. Begitulah pandangan masyarakat menyikapi kehadiran Sate Apaleh di Gandapura.

Sate tersebut sudah berdiri hampir 26 tahun, namun tersohornya Sate Apaleh Geurugok mulai tahun 2000, yang berlokasi di lintas Medan-Banda Aceh, Desa Geurugok, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh.

Dengan lokasi yang sangat stategis, banyaknya pejabat dari berbagai daerah berkumpul. Sekadar singgah sejenak, menikmati Sate tersohor itu.

Saat disambangi Rakyat Aceh, Rabu (16/6) pemilik dagangan Sate Apaleh Geurugok, M Saleh mengaku, sempat jatuh bangun sebagai penjual Sate dimasa konflik berkecamuk di Aceh. Namun dengan kegigihanya, kini M Saleh atau dikenal dengan sabutan Apaleh ini, bisa menghabiskan sehari satu ekor sapi dengan berat dagingnya 150-200 Kilogram. Bahkan diakhir pekan, bisa menghabiskan 2 hingga 3 ekor sapi.

“Ayah bisa menghabiskan 9-10 ekor lembu dalam satu minggunya. Itu belum termasuk hari libur lebaran atau hari cuti. Sementara di hari lebaran, ayah bisa menghabiskan lebih dari 5 ekor lembu dalam satu hari,” ujar Khairil Afzal, salah satu putra M Saleh.

Saat ini, M Saleh mengaku, pihaknya memiliki 6 gerobak dikaki lima sepanjang ruko di Ibukota Gandapura tersebut, namun ia tidak ada niat sama sekali untuk membeli roko. Bahkan, M Saleh lebih senang berjualan di kaki lima dengan membayar sewa kepada pemilik ruko setiap harinya. Dengan demikian, keuntungan yang didapat, bisa dirasakan oleh pemilik ruko juga.

“Belum ada keinginan untuk membeli ruko sendiri walaupun sudah Allah Swt lancarkan usaha kuliner ini. Kami lebih memikirkan berinvestasi ketujuan akhirat, dengan setiap keuntungan dari dagangan, disumbangkan untuk membangun dayah dipekarangan rumah sendiri,” sebutnya.

Dayah tersebut, sudah didirikan hampir 3 tahun lamanya. Sementara santri kebanyakan dari kalangan anak yatim piatu dan fakir miskin. Mereka digratiskan makan dan diberikan uang jajan setiap minggu.

“Usaha ini milik Allah, hanya saja dititipkan kepada kami untuk memenuhi kehidupan dan supaya dapat membantu sesama. Jika kita niatkan demi tabungan akhirat, semua usaha akan dilancarkan oleh sang khaliq,” sebut Khairil yang juga sebagai pengelola kuliner Sate Apaleh saat ini.

Bagi warga yang penasaran dengan lezatnya sajian Sate Apaleh, jangan lupa singgah saat melintasi jalan Medan-Banda Aceh, Keude Geurugok. Membeli sate tersebut, sama halnya anda sudah membantu anak yatim piatu, fakir dan miskin dalam menempuh pendidikan dayah. (akh)