Anggota DPRA Minta Tersangka Pungli Diberi Pelatihan Kerja

HARIANRAKYATACEH.COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Irfannusir mengusulkan para tersangka pungli yang diamankan kepolisian dilakukan pembinaan lebih lanjut, seperti diberi pelatihan khusus.

“Harus dilakukan pembinaan karena mereka bukan cari kaya, tapi mencari sesuap nasi. Mereka harus dibina seperti panti sosial membina pengemis. Dibina dan diberikan semacam pelajaran dan pelatihan kerja, agar mereka tidak memalak lagi. Jadi harapanya aparat kepolisian menangkap dan di serahkan ke Pemda setempat untuk di bina,” kata Irfannussir, Senin (21/6).

Menurut Ketua Komisi ll DPR Aceh ini, preman merupakan penyakit lama yang selalu ada, sehingga hanya perlu dideteksi saja untuk memberantasnya. Seperti meningkatkan patroli keamanannya di tempat yang maraknya pungli. Irfannussir juga mencontohkan kasus di Labuhan Haji tepatnya dipelabuhan ikan yang disinyalir ada premannya.

“Saya pernah melaporkan itu ke Kapolres agar ditindak. Tapi paling tidak bahwa ada preman disitu berdasarkan laporan warga,” kata Irfannussir yang juga ketua DPD PAN Aceh Selatan.

Politisi PAN Aceh itu juga mengapresiasi kerja-kerja pihak kepolisian yang bergerak cepat memberantas premanisme dan pungli di Aceh. Namun lanjutnya, pemberatasan tersebut harus dilakukan secara intens agar jangan terkesan begitu ada isu baru diberantas.

“Memang kita apresiasi kerja Polda memberantas preman itu. Dari dulu itu kita harapan difokuskan. Bila perlu kita minta ke Polda harus rutin dalam melakukan pemberantasan preman. kita harap jangan panas-panas. Begitu ada isu baru dikejar,” pungkasnya. (Mar/min)