Pasca Kebakaran di Tungkop Novryandi Masih Tinggal Ditenda

Novryandi tinggal ditenda bersama isteri dan tiga anaknya di Tungkop. Rakyat Aceh/Rusmadi

HARIANRAKYATACEH.COM – Pasca kebakaran rumah kopel di Dusun Tungkop Barat, Gampong Tungkop, Kecamatan Darussalam, semua penghuni sudah mengungsi di rumah saudara.

Selain itu, ada juga yang sudah menyewa rumah lain.

Saat ditemui Rakyat Aceh, Jumat (25/6/21), Novryandi (40) bersama isteri dan tiga anaknya, tinggal ditenda komplek kebakaran tersebut, bantuan dari Dinsos Aceh berwarna biru.

Novryandi mengaku menyewa rumah tersebut sudah setahun lebih, dengan sewa Rp300 ribu perbulan.

“Sebelum saya sempat sewa di Kajhu,” jelasnya.

Ia mengaku biarlah tinggal ditenda untuk sementara, karena di Banda Aceh maupun di Aceh Besar tidak punya saudara.

“Saya kerja bangunan di sini,” jelasnya.

Novry menjelaskan, isterinya bernama Leli (30), anak pertama 9 tahun bernama Silfia, Alziya 6 tahun dan Cut salsaladiba 9 bulan.

“Anak pertama sudah sekolah dasar (SD),” ungkapnya.

Ia mengaku belum terwujud impiannya untuk membeli sebidang tanah karena belum ada uang.

“Kalau ada rezeki rencana beli tanah ada,” ungkapnya.

Saat kebakaran lanjutnya, tidak ada barang tersisa hanya baju di badan. Sebab dengan api yang makin membesar tidak ada barang yang bisa diselamatkan.

“Sumber api saya tidak tahu dari mana,” jelasnya lagi.

Diakuinya sudah hijrah ke Banda Aceh sekitar 2 tahun lamanya, dengan niat untuk bekerja dan memperbaiki nasib.

“Asal di Birem Puntong, Langsa Baro,” bebernya.

Menurut pengakuannya, ketika kebakaran ada bantuan masa panik dari Dinsos Aceh Besar, dan bantuan dari Baitul Mal Aceh, per KK mendapatkan Rp 1,5 juta.

“Sebelum Jumat ada dapat bantuan dari Baitul Mal Aceh,” bebernya lagi.

Alhamdulillah, kata dia, untuk bantuan dan perhatian dari pemerintah ada.

Ia mengaku belum bisa pulang ke Langsa, karena anaknya yang pertama baru saja megalami kecelakaan.

Sehingga kaki sebelah kiri harus di operasi dan dipasang pen. (rus).