Ketua DPRK-Kombatan GAM/KPA Waqaf Tanah untuk Gampong Darul Aman

Ketua DPRK Bireuen, Rusyidi Mukhtar S Sos menyerahkan surat keterangan wakaf dan surat keterangan jual tanah kepada Imam Gampong Darul Aman, Tgk Muhammad Ali di makam Syahid 6 desa setempat, Senin (28/6). AKHYAR RIZKI/RAKYAT ACEH

HARIANRAKYATACEH.COM – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK), Rusyidi Mukhtar bersama Kombatan GAM atau jajaran Komite Peralihan Aceh (KPA) Daerah III Wilayah Bate Iliek Bireuen mewakafkan lahan kepada Gampong Darul Aman, Kecamatan Peusangan Selatan, Sagoe Pang Syiek Muda.

Selain mewakafkan lahan, pihaknya juga akan memugar dan membuat jalan menuju kuburan Syahid 6 dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) tahun 2021.

Penyerahan surat keterangan wakaf dan surat keterangan jual tanah tersebut, diserahkan langsung oleh Ketua Rusyidi kepada Imam Desa, Tgk Muhammad Ali Abdullah di makam Syahid 6, Senin (28/6).

Sebelum penyerahan surat wakaf, Ketua DPRK Bireuen, Rusyidi Mukhtar S Sos mengatakan, tanah ini sudah dibeli sejak 2007 silam seluas 1.840 meter.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap pejuang terdahulu yang sudah syahid dalam memperjuangkan bangsa Aceh, pihaknya berinisiatif memugar kuburan pejuang yang sudah syahid tersebut.

“Makam Syahid 6 merupakan nama yang diberikan oleh jajaran KPA Bireuen karena sejumlah 6 kombatan GAM pada 19 September 2003 silam, syahid dalam tragedi pertempuran,” ujarnya.

Ia mengaku, keenam kombatan yang sudah syahid tersebut, merupakan konseptor dan eksekutor yang sangat berjasa dalam perjuangan. Tanpa bantuan mereka, bangsa Aceh tidak akan merasakan kesejahteraan seperti sekarang ini.

“Ini adalah sejarah orang-orang yang berjasa membangun Aceh. Sudah menjadi kewajiban bagi kita, membalas perjuangan kombatan GAM terdahulu,” sebutnya dengan nada sedih.
Penyerahan surat wakaf tersebut dihadiri Panglima sagoe Pang Syiek Muda Olala, Pang Sagoe Mideuen Saoh, Pang Sagoe Bate Sineuk Wan Bunthok, Peutuha Daerah Maedes, Camat Peusangan Selatan Irwan S Sos MM, para aparatur desa, pihak Dinas PUPR dan sejumlah jajaran eks kombatan GAM. (akh/icm)