Lagi, Warga Panton Rayeuk T Keracunan Bau Gas

Warga Paton Rayeuk T yang mengungsi di Kecamatan Banda Alam, Senin 28/6. Rakyat Aceh/Maulana

HARIANRAKYATACEH.COM – Ratusan warga gampong Pantôn Rayeok T kembali harus memilih mengungsi lantaran bau racun gas yang dari Medco E&P Malaka, Minggu (27/6) malam. Sehingga, sebanyak 531 jiwa dari 112 Kepala Keluarga memilih mengungsi ke Kantor Camat Banda Alam.

“Benar ada warga mengungsi ke kantor, info dari warga karena ada mencium bau gas,” ujar Camat Muliadi menjawab konfirmasi Rakyat Aceh via whatshaap pribadi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Aceh Timur dalam laporannya telah berupaya melakukan pendataan bagi warga yang terdampak dari keracunan itu.

“Data sementara ada 3 jiwa yang dirawat Puskesmas Banda Alam. Sementara 112 KK dan 531 jiwa telah mengungsi,” ujar Kepala BPBD Aceh Timur Ashadi, Senin (28/6).

Upaya yang dilakukan lanjut Ashadi, pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait. Begitu juga lainnya petugas terus mendata dan memantau perkembagan kondisi di lapangan.

“Tim juga sudah dilokasi dan upaya sementara akan kita dirikan 2 tenda pengungsian sembari memantau kondisi,” kata Ashadi.

Sementara itu sebagai bentuk peduli dan cepat tanggap Dinas Sosial Kabupaten Aceh Timur membantu logistik kepada pengungsi yang terdampak bau gas beracun di Gampong Panton Rayeuk T. Logistik itu diantar langsung oleh tim Tagana dan Satgas ke lokasi pengungsian di halaman Kantor Camat Banda Alam, Senin pagi 28/6.

Dinsos bersama BPBD telah merespon cepat pasca warga mengungsi sejak Minggu malam. Selain mendirikan tenda penampungan sementara, bahan logistik juga ikut disalurkan ke dapur umum, seperti beras, telur, minyak goreng, mi instan, dan air mineral.

“Bantuan sudah kita pasok ke dapur umum untuk pengungsi di Banda Alam, karena setiap ada pengungsi tetap harus kita layani sebaik-baiknya,” kata Kepala Dinas Sosial Aceh Timur, Ir. Elfiandi, di lokasi pengungsian di Banda Alam, Senin (28/6).

Dikatakannya, bantuan logistik diperioritaskan untuk pengungsi yang jumlahnya ratusan jiwa.
“Kita siapkan Tim Tagana dan Tim Pelopor, di lokasi sebagai juru masak selama pengungsian masih di lokasi,” tutur Elfiandi.

Terpisah, PT Medco E&P Malaka (Medco E&P) telah mengukur kadar gas di pemukiman warga, hasilnya pihak perusahaan tidak menemukan adanya sumber gas yang berbau.

“Perusahaan juga langsung mengukur kadar gas di pemukiman warga dan lokasi sumur pada minggu (27/6) malam dengan hasil aman dan tidak ditemukan adanya gas yang menyebabkan timbulnya bau,” ujar VP Relations & Security Medco E&P Indonesia Arif Rinaldi dalam keterangan tertulis, senin 28/6.

Berdasarkan monitoring pekerja Perusahaan di lokasi, hingga Minggu (27/6) malam tidak ditemukan adanya bau gas. Selain itu, Perusahaan juga tidak sedang melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan bau.

Rinaldi menambahkan, meskipun tidak ditemukan sumber bau gas beracun
bersama aparat terkait tengah berkoordinasi untuk mencari sumber bau yang dikeluhkan warga.

“Perusahaan terus memonitor aktivitas operasi,” kata Rinaldi.

Perusahaan, lanjutnya juga telah berkoordinasi dengan Puskesmas, Rumah Sakit dan aparat daerah terkait warga yang saat ini mengungsi.

“Kami juga telah berkoordinasi dengan BPMA dan aparat terkait serta berharap dukungan masyarakat, pemerintah serta pemangku kepentingan agar operasi Perusahaan dapat berjalan aman,” demikian Arif Rinaldi. (mol/rus).