60 Sarjana FEB UNIKI Dikukuhkan

Dekan FEB UNIKI Bireuen, Dr H M Yusuf A Samad S Pd I MM mengukuhkan 60 sarjana pada yudisium tahap-II tahun akademik 2020-2021, Selasa (29/6). FOR RAKYAT ACEH

HARIANRAKYATACEH.COM – Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen, Dr H M Yusuf A Samad S Pd I MM mengukuhkan 60 sarjana strata-1 dalam kegiatan yudisium tahap-II tahun akademik 2020-2021, di Aula Utama Lantai 3 Gedung Pascasarjana kampus setempat, Selasa (29/6).

Pada tahun ini, pengukuhan gelar akademik Sarjana Ekonomi Manajemen dan Ekonomi Akuntansi tersebut, dilakukan dengan waktu yang singkat dan sederhana, mengingat akhir-akhir ini tren wabah Covid-19 grafiknya meningkat. Kegiatan ini berlangsung hikmat dengan tetap menjaga protokol kesehatan (prokes).

Ketua Panitia yudisium, Husniadi MM mengatakan, upacara yudisium berlangsung selama 2 jam yang juga dihadiri orangtua, suami/istri dan keluarga para mahasiswa.
“Salah satu hal yang sangat menggembirakan, para sarjana yang dikukuhkan, dihadiri oleh unsur pimpinan UNIKI,” ujar Ketua panitia.

Dekan FEB UNIKI, Yusuf A Samad dalam sambutannya menjelaskan, prosesi yudisium tingkat sarjana tahun akademik ini diagendakan untuk 3 tahap. Tahap pertama dibulan Februari lalu dengan mengukuhkan 79 sarjana, hari ini merupakan tahapan kedua dengan melantik 60 sarjana.

“Insyaallah, tahap ketiga akan dilakukan pada bulan Agustus 2021 mendatang,” ujar Yusuf.
Pihaknya juga mengupayakan akan menyudisium jenjang S2 Magister Manajemen untuk gelombang-II pada akhir Agustus mendatang.

“Kita berada pada salah satu acara penting bagi seorang yang menyandang gelar mahasiswa, yang disebut dengan yudisium. Gelaran ini merupakan pengukuhan kelulusan seorang mahasiswa yang telah memenuhi syarat pada suatu program studi atau jurusan, jelasnya.

Lebih jauh, Yusuf menyampaikan, tingkat capaian kelulusan mahasiswa dari tahun ke tahun semakin baik, tercatat bahwa mahasiswa mampu menyelesaikan tepat waktu, juga semakin aktif dalam kegiatan akademik maupun non-akademik,” kata Yusuf. (akh/icm)