Lima Pelanggar Hukum Jinayat Dicambuk Terhukum Jarimah Zina Jatuh Pingsan

Seorang terhukum jarimah zina jatuh pingsan usai menjalani eksekusi cambuk 100 kali di Stadion Tunas Bangsa Lhokseumawe, dan terpaksa dipapah oleh petugas WH, Senin (28/6). ARMIADI/RAKYAT ACEH.

HARIANRAKYATACEH.COM – Sebanyak lima pelanggar hukum jinayat di Lhokseumawe, menjalani eksekusi cambuk di Stadion Tunas Bangsa Lhokseumawe, pada Senin (28/6) siang.

Eksekusi cambuk itu dilaksanakan oleh Kejaksaan Negeri Lhokseumawe bersama Kantor Satpol PP dan WH Lhokseumawe menindak lanjuti putusan Mahkamah Syar’yiah Lhokseumawe.

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, Kardono, SH, kepada awak media mengatakan, kelima terhukum yang dicambuk itu, yakni berinisial IB melakukan jarimah zina. Setelah dikurangi masa penahanan maka terhukum dicambuk sebanyak 74 kali didepan umum.

Kemudian, terhukum jarimah khamar berinisial MM dan SI yang dicambuk masing-masing 40 kali cambuk. Keduanya melanggar pasal 15 ayat (1) Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Selanjutnya, terhukum jarimah zina yang berinisial SB dan pasangan perempuannya NA melanggar pasal 33 ayat (1) Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat. Keduanya, masing-masing dicambuk 100 kali didepan umum.

Saat berlangsung eksekusi cambuk terpaksa algojo menghentikan ayunan rotan beberapa kali ke punggung terhukum karena merasa kesakitan. Namun, algojo tetap melanjutkan eksekusi cambuk setelah hingga selesai 100 kali.

Sedangkan, terhukum NA seorang perempuan yang menjalani eksekusi cambuk 100 kali juga membuat algojo berhenti sejenak, akibat terhukum kesakitan dipunggungnya.
Bahkan, terhukum NA juga sempat turun dari atas panggung cambuk karena sesak pipis.Usai pipis perempuan itu kembali menjalani eksekusi cambuk hingga tuntas 100 kali.

Namun, ketika selesai hitungan cambuk ke 100 kali, tiba-tiba perempuan itu jatuh kelantai panggung dan pingsan sejenak. Sehingga dalam kondisi yang masih lemas ia terpaksa dipapah oleh petugas Wilayatul Hisbah(WH) untuk diturunkan dari atas panggung eksekusi cambuk tersebut.

Sementara itu, saat ditanya Rakyat Aceh kepada Kepala Seksi Tindak Pidana Umum, Kardono terkait terhukum yang jatuh pingsan usai dieksekusi cambuk, ia menyampaikan itu biasa.

“Ya karena dia (terhukum) sudah eksekusi terakhir 100 kali, dan dokter pada saat itu sudah melakukan pemeriksaan dan dokter menyatakan lanjut, mungkin karena ia terharu usai dieksekusi cambuk,”ungkapnya. (arm/min)