Perjuangan Petugas PLN Melayani Pelanggan di Pedalaman Aceh Timur

Akses jalan kawasan pedalaman Aceh Timur masih sangat sulit dilalui. FOTO ISTIMEWA

HARIANRAKYATACEH.COM – Akses jalan kawasan pedalaman Aceh Timur masih sangat sulit dilalui. Seperti kawasan Lokop hingga ke Kecamatan Simpang Jernih. Kondisi tersebut membuat petugas PLN terhabat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat pedalaman.

“Kendati pun kami harus mengarungi jalan yang sangat rusak, dan menyebrangi sungai, dengan medan yang sangat ektrem. Kami Petugas PLN Peureulak, Perwakilan Lokop tetap melayani pelanggan di HTI Ranto Naru, Tampor Paloh hingga ke Desa Meulidi, dengan baik, sebagaimana permintaan Bupati Aceh Timur dalam sebuah pemberitaan media beberapa waktu lalu,” ujar Syarif Husen (30) petugas PLN wilayah Lokop, Kamis (1/07/2021).

Menurutnya, Tim LKP PLN Peureulak dan Perwakilan Lokop pelayanan masyarakat sangat terkendala dengan kondisi jalan di daerah pedalaman yang kondisinya rusak parah, sehingga pelayanan pelanggan sering terlambat. Bahkan Sepeda motor mereka sempat terjatuh ke sungai ketika melewati jembatan sebatang kayu.

“Bayangkan, jika Kami berangkat dari Lokop ke Desa Meulidi, Kecamatan Simpang Jernih membutuhkan waktu satu hari, pagi berangkat sore baru sampai ke  Meulidi, kemrin sepeda motor petugas sempat jatuh ke sungai,” ujar Syarif, yang juga Ketua Pemuda Lokop.

Masyarakat Simpang Jernih khususnya Desa HTI Ranto Naru, meminta Pemerintah Aceh Timur terutama Bupati Aceh Timur untuk segera memperhatikan kondisi jalan di daerah pedalaman.

“Harapan kami jalan daerah pedalaman dapat segera diperbaiki dan beberapa jembatan dapat segera dibangun, sehingga semua aktifitas mayarakat berjalan lancar. Termasuk pelayanan PLN agar berjalan lebih maksimal,” harap masyarakat setempat. (ra)