Tinjau TMMD, Dandim Simeulue Dicegat Emak-Emak 

Sejumlah emak-emak mencegat Dandim 0115 Simeulue saat meninjau lokasi TMMD ke 111 tahun 2021. Foto For harianrakyataceh.com

HARIANRAKYATACEH.COM – Hanya hitungan hari lagi realisasi penuntasan pelaksanaan pembangunan peningkatan dan penerobosan jalan program TMMD ke 111 di Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Simeulue yang digelar sejak Juni 2021 lalu.

Untuk kesekian kalinya Letkol Inf Yogi Bahtiar bolak balik meninjau lokasi untuk memacu percepatan program TMMD ke 111 tersebut yang dimulai dari wilayah desa Kuala Bakti Kecamatan Teluk Dalam, yang merupakan tahap awal pembangunan jalan yang dapat menghubungkan ke Kecamatan Simeulue Tengah.

Peninjauan kesekian kalinya lokasi TMMD ke 111, Dandim Letkol Inf Yogi Bahtiar, dicegat emak-emak  yang berasal dari desa Kuala Bakti, Kecamatan Teluk Dalam, Sabtu (3/7), sekitar 15 menit lebih, terjadi dialog spontanitas antara Dandim dan emak-emak tersebut, yang meminta jalan tersebut untuk bisa dibangun menembus Kecamatan Simeulue Tengah.

Pasal dicegat dan dihadang sejumlah emak-emak warga desa Kuala Bakti KecamatanTeluk Dalam tersebut dibenarkan Dandim 0115 Simeulue Letkol Inf Yogi Bahtiar selaku Dansatgas TMMD ke 111 tahun 2021, yang dihubungi harianrakyataceh.com , Minggu (4/7).

“Kemarin saat saya meninjau kembali lokasi TMMD ke 111, didatangi dan dicegat emak-emak. Awalnya saya kaget tiba-tiba dihadang emak-emak itu dilokasi TMMD, ternyata mereka menyampaikan pesan kepada kita dan kepada Pemerintah, bahwa berharap jalan yang sedang kita bangun ini dimulai dari Kecamatan Teluk Dalam bisa menembus hingga ke Kecamatan Simeulue “, katanya.

Masih menurut Dandim 0115 Simeulue, emak-emak yang mencegahnya itu selain meminta dan berharap jalan yang sedang dibangun itu dapat menghubungkan dua Kecamatan, juga mengucapkan terima kasih kepada pihak TNI telah menggelar TMMD ke 111, sehingga akses jalan yang melintasi areal perkebunan dan areal persawahan didesanya telah terakomodir.

Dandim 0115 Simeulue mengutip ucapan emak-emak yang berkisah bahwa sebelum ada jalan program TMMD ke 111 itu, hasil perkebunan dan pertanian terpaksa harus dipikul sampai ke rumah, karena kendaraan tidak bisa masuk, serta bila hendak menuju Kecamatan Simeulue Tengah, seharian baru sampai ditujuan dengan melintasi belantara dan pegunungan yang berbahaya.

“Kami berharap sama bapak supaya jalan ini ditembuskan pembangunan hingga ke Kampung Aie (Kecamatan Simeulue Tengah), supaya kami bisa menjual hasil kebun dan pertanian ke sana. Kami mohon pak”, kutip Dandim 0115 Simeulue, yang tidak dapat mengelak saat dihadang dan dicegat emak-emak tersebut.

Diketahui program TMMD ke 111 tahun 2021 itu, hanya dapat teralisasi sekitar 5 kilometer, pembangunan peningkatan jalan dan penerobosan dari titik awal desa Kuala Bakti Kecamatan Teluk Dalam, sementara untuk mencapai Kecamatan Simeulue Tengah masih tersisa 12 kilometer lagi dan pembangan jalan yang belum tersentuh itu membutuhkan waktu, tenaga dan biaya yang besar.

“Karena program TMMD ke 111 kali ini hanya mampu 5 kilometer dan masih ada tersisa 12 kilometer lagi untuk mencapai Kecamatan Simeulue Tengah. Kalau bisa pembangunan lanjutan sisa jalan itu jangan hanya program penerobosan, sebab bila hanya penerobosan akan sia-sia, kalau bisa dibangun langsung jadi tahap peningkatan, sehingga nantinya dapat dimamfaatkan”, imbuh Dansatgas TMMD ke 111.

Direncanakan program TMMD ke 111 sepanjang 5 Kilometer tersebut akan ditutup oleh Pangdam Iskandar Muda pada Juli 2021, dan diharapkan nantinya meskipun belum dapat mencapai ke Kecamatan Simeulue Tengah, nantinya dapat dilanjutkan oleh Pemerintah Kabupaten Simeulue, sehingga dengan adanya akses jalan tersebut, dapat meningkatkan sektor perekonomian dan juga akses jalan itu dinilai strategis untuk daerah. (ahi).