Polda Aceh Diminta Segera Tetapkan Tersangka Korupsi Beasiswa

Foto Tribratanewsaceh.com

HARIANRAKYATACEH.COM – Sejumlah lembaga Swadaya di Aceh mendesak Polda Aceh segera menetapkan tersangka dalam kasus beasiswa dugaan tindak pidana korupsi beasiswa yang melibatkan anggota DPR Aceh.

Desakan itu datang diantaranya dari Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) dan Pospera Aceh.

Koordinator GeRAK Aceh Askhalani mengatakan, hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh menemukan adanya kerugian negara mencapai Rp 10 miliar pada kasus beasiswa tersebut. Karenanya sudah patut ditetapkan tersangka.

“Hasil audit BPKP sudah final dan ditemukan kerugian negara Rp 10 miliar, maka pihak kepolisian sudah dapat meningkatkan status sesuai hasil penyidikan yaitu penetapan tersangka,” kata Askhalani kepada wartawan, Minggu (4/7/)

Menurut Askhalani, penetapan tersangka itu perlu dilakukan guna memberikan kepastian hukum atas seluruh proses penanganan perkara yang ditangani kepolisian.

Apalagi, kata Askhalani, proses penanganan perkara beasiswa itu juga sudah menghabiskan waktu yang cukup lama. Maka wajar publik menginginkan tim Polda Aceh segera menetapkan tersangka terhadap para aktor yang terlibat dalam kasus korupsi tersebut.

“Penetapan tersangka kasus beasiswa itu dapat menjadi momentum HUT Bhayangkara ke 75, dan ini adalah kado terindah dalam kerja-kerja memberantas korupsi di Aceh,” ujarnya.

Askhalani juga mengapresiasi terhadap penyelidikan dan penyidikan tim Polda Aceh sejauh ini untuk membongkar siklus korupsi berjamaah atas kasus beasiswa yang melibatkan orang-orang penting tersebut.

“Apalagi diduga kuat perkara itu dilakukan oleh sejumlah pihak yang notabenenya adalah para wakil rakyat,” pungkas Askhalani.

Sementara itu, ketua DPD Pospera Aceh Fakrurazi mengatakan, Polda Aceh harus mendukung pemberatasan korupsi di Aceh dengan segera menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi beasiswa.

“Kalau memang semua unsur sudah lengkap seperti kerugian negara yang telah dihitung BPK. Maka sudah sewajarnya Polda Aceh untuk segera menetapkan tersangka, “sebutnya.

Menurutnya saat ini masyarakat mengapresiasi kerja-kerja Polda Aceh, maka jangan sampai kasus ini membuat masyarakat kecewa terhadap kinerja kepolisian dalam memberantas korupsi di Aceh.

“kasus yang tengah di tangani ini harus tuntas dan jangan di gantung. Karena akan berdampak pada penilaian masyarakat terhadap penegekakan hukum khususnya Polda Aceh,”ujarnya.

Selain itu, jika kasus beasiswa ini berlarut-larut, maka dikhawatirkan akan menjadi kegaduhan di publik yang bisa dimanfaatkan sebagai senjata politik.

“Satu sisi kita apresiasi kerja polda Aceh yang sejauh ini sudah bekerja dengan baik. Namun disatu sisi kita juga menanti agar Polda Aceh segera menetapkan tersangka. Karena bicara pendidikan, kita bicara masa depan. Sehingga praktek-praktek korupsi di dunia pendidikan tidak lagi terjadi, “harapnya.