Puluhan Muallaf di Simeulue, Ikuti Pembinaan dan Pembekalan Agama Islam ‎

Dua muallaf menerima paket bantuan yang diserahkan Raswiadi Kepala Baitul Mall Kabupaten Simeulue, Senin (5/7). Ahmadi - harianrakyataceh.com  ‎

HARIANRAKYATACEH.COM  – ‎Puluhan muallaf yang belum mandiri yang berasal dari sejumlah Kecamatan dalam Kabupaten Simeulue, mengikuti pembinaan dan pembekalan agama islam yang digelar Baitul Mall setempat selama satu hari, Senin (5/7).

Pembinaan dan pembekalan sekitar 50 orang muallaf yang belum mandiri atau kurang dari 10 tahun masuk agama islam, dengan menjadikan narasumber, ‎Danil Prima MA pengasuh salah satu pondok pesantren di Meulaboh Aceh Barat, Heriansyah LC  Ketua MPU dan Raswiadi MA Kepala Baitul Mall setempat.

‎”Hari ini perdana kita lakukan pembinaan kepada saudara kita yang muallaf. Dan ini insyaallah setelah kegiatan ini akan kita bentuk satu wadah organisasi persatuan muallaf yang resmi, sehingga nantinya pertemuan akan ditingkatkan setiap tahun hingga setiap sebulannya”, kata Raswiadi Kepala Baitul Mall kepada harianrakyataceh.com, Senin (5/7).

Masih menurut Kepala Baitul Mall Kabupaten Simeulue, para muallaf yang belum mandiri masih sangat membutuhkan bimbingan dan tatacara dalam pelaksanaan ibadah agama islam secara berkelanjutan tanpa henti dari semua pihak, ‎serta yang menjadi kendala karena faktor berjauhan tempat tinggal para muallaf.

“Karena saudara kita muallaf yang belum mandiri itu, masih sangat membutuhkan bimbingan, namun kendala kita saat ini tempat tinggal para saudara kita yang muallaf ini berjauhan, seperti ada yang dipulau Teupah Kecamatan Teupah Barat dan pulau Siumat‎ Kecamatan Simeulue Timur”, imbuhnya.

Masih harus sering dilakukan pertemuan dan pembinaan serta pembekalan agama islam itu, dijelaskan dua muallaf Jimmi Aslidai dan Ross De Grucci warga negara Australia dan Jerman yang telah resmi memeluk agama islam 3 tahun dan 8 tahun, yang saat ini menetap di Kabupaten Simeulue, yang ditemui harianrakyataceh.com, sesaat setelah pembinaan oleh Baitul Mall.

“Masih harus sering dan kami sangat membutuhkan pembinaan serta pembekalan secara rutin. Ini persoalan keyakinan akidah kami setelah memeluk agama islam yang suci. Memang kami sering ikuti acara seperti ini tapi masih harus sering”, kata kedua muallaf tersebut didampingi Raswiadi Kepala Baitul Mall dan Amir Hamzah Staf Kesbangpol Kabupaten Simeulue.

Selain keduanya bule yang telah memeluk agama islam dan juga telah  menetap dan menikah dengan warga Simeulue dan telah memiliki putera putri itu‎, juga masih ada dua bule lainnya yang telah muallaf  Alexander Lie dan M Yusuf tidak dapat hadir dalam pembinaan tersebut, disebabkan keduanya memenuhi panggilan pihak imigrasi Meulaboh.

Amatan Harian Rakyat Aceh dalam pembinaan tersebut didominasi muallaf yang berasal dari Provinsi Sumatera Utara dan telah menetap di pulau Simeulue, serta dalamm acara tersebut ada dua pelajar masih duduk SD dan SMP asal pulau Teupah yang telah resmi memeluk agama islam, meskipun kedua orang tuanya masih non muslim.

“Peserta muallaf ini, selain ada bule yang telah muallaf ‎juga ada peserta dua pelajar SD dan SMP yang telah memeluk agama islam, meskipun kedua orang tuanya masih non muslim. Ini persoalan keyakinan, sehingga tidak ada paksaan meskipun dalam lingkungan keluarga”, bisik salah seorang pegawai Baitul Mall Kabupaten Simeulue sambil menunjuk kearah kedua pelajar yang telah muallaf  sedang duduk dikursi peserta pembinaan. (ahi).