Safaruddin Harapkan Ormas dan OKP Berperan Dalam Medorong Semangat Kewirausahaan Pemuda

Wakil Ketua DPR Aceh Safaruddin, S.Sos., MSP. membuka acara penguatan kapasitas organisasi kemasyarakatan (ormas) yang dilaksanakan oleh Kesbangpol Aceh di Hotel Leuser, Blangpidie, Aceh Barat Daya (Abdya), Senin (5/7/2021). FOTO ISTIMEWA

HARIAN RAKYATA ACEH.COM – Wakil Ketua DPR Aceh Safaruddin, S.Sos., MSP. membuka acara penguatan kapasitas organisasi kemasyarakatan (ormas) yang dilaksanakan oleh Kesbangpol Aceh di Hotel Leuser, Blangpidie, Aceh Barat Daya (Abdya), Senin (5/7/2021).

Kegiatan yang diikuti perwakilan ormas dan organisasi kepemudaan (OKP) yang ada di Abdya tersebut dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan (protkes) secara ketat.

Safaruddin dalam sambutannya menyampaikan berkaitan tentang pentingnya peran ormas dan OKP dalam medorong masyarakat terutama generasi muda untuk memiliki semangat kewirausahaan, baik pada sektor ekonomi kreatif maupun sektor produktif lainnya.

Selain itu, politikus Partai Gerindra yang juga putra Abdya ini turut mengingatkan terkait dengan angka pengangguran dan kemiskinan di Aceh yang masih tinggi, sedangkan pada tahun 2022 jumlah penerimaan yang bersumber dari dana Otonomi Khususu (Otsus) hanya tinggal 1 persen lagi, kemudian pada tahun 2027 penerimaan dana tersebut akan berakhir, namun Aceh masih sangat bergantung pada dana otsus, mengingat sektor swasta belum begitu bergeliat, sehingga terkesan sampai saat ini pergerakan okonomi Aceh tergantung pada realisasi APBA.

“Maka bisa kita bayangkan jika saat ini APBA kita di angka 16 T lebih, kemudian pada tahun 2022 semakin berkurang dan pada tahun 2027 sudah tanpa dana otsus lagi, maka kondisi tersebut akan sangat berimplikasi pada meningkatnya jumlah pengangguran dan kemiskinan, untuk itu perlu langkah-langkah konkrit dalam menghadapi kondisi tersebut, salah satunya dengan meningkatkan semangat kewirausahaan” sebut Safaruddin.

Disamping itu, tantangan dalam menghadapi bonus demografi pada tahun 2030-2040 mendatang dimana usia produktif jauh lebih banyak dibanding nonproduktif, maka semakin mendorong terutama anak muda untuk lebih kompetitif, untuk itu penguatan kapasitas baik dalam hal penguasaan teknologi, bahasa dan kewirausahaan menjadi sangat penting, maka ormas dan OKP harus mengambil peran untuk mendorong semangat kemandirian pemuda agar mampu bersain dengan dunia luar nantinya, tutup safar.

Kegiatan yang berlangsung dua hari itu yaitu Senin-Selasa (5-6/7/2021) juga menghadirkan beberapa pemateri, baik dari provinsi maupun kabupaten. (imj)