Bandar Udara Lasikin Belum Terapkan Persyara‎tan Kartu Vaksin Untuk Calon Penumpang Pesawat

‎Aktivitas Bandar Udara Lasikin. Foto direkam,  Selasa 20 April 2021 lalu. Ahmadi - harianrakyataceh.com

HARIANRAKYATACEH.COM – ‎Kantor Unit Penyelenggara ‎Bandar Udara Lasikin, Kabupaten Simeulue belum berlakukan tindaklanjut dua Surat Edaran Satgas Nasional  Covid19 nomor 14/2021 dan Surat Edaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub) nomor 45/2021.

Belum diberlakukannya ‎penerapan aturan baru bagi calon jasa transportasi udara wajib menunjukan surat keterangan vaksin ‎dan surat keterangan negatif RT-PCR berlaku 2×24 jam sebelum keberangkatan antar bandar udara disebabkan pihak bandar udara Lasikin belum memiliki dan tidak ada alat ‎tes PCR Covid19.

Hal itu dijelaskan ‎disampaikan Bona Tulus F. Simamora, Kepala Kantor Unit Penyelenggara ‎Bandar Udara Lasikin, Kabupaten Simeulue, yang dihubungi harianrakyataceh.com , Selasa (6/7).

“Har ini kami masih rapat dengan otoritas bandara mengenai hal tersebut, juga karena di Lasikin ‎tidak ada alat test PCR”‎, tulisnya melalui pesan singkat jenis WhatsAPP.

‎Masih menurut Kepala Kantor Unit Penyelenggara ‎Bandar Udara Lasikin, Kabupaten Simeulue, menyarankan ‎untuk calon pengguna jasa penerbangan transfer yang tiba di Medan, Sumatera Utara, wajib di PCR dan divaksin sebelum  hendak melakukan perjalanan penerbangan tujuan kepulau Jawa maupun ke pulau Bali.‎

“maka kita sarankan penerbangan transfer artinya di Medan nanti calon penumpang harus di PCR dan ‎kalau belum vaksin. Itu untuk penerbangan yang ke pulau Jawa dan Bali‎ berdasarkan dua surat edaran Satgas dan Kemenhub”, imbuh Bona Tulus F. Simamora.


Kedua surat edaran resmi itu, mengatur tentang penerapan aturan baru bagi calon jasa transportasi udara wajib menunjukan surat keterangan vaksin ‎dan surat keterangan negatif RT-PCR berlaku 2×24 jam sebelum keberangkatan antar bandar udara di pulau Jawa dan pulau Bali.

Data yang diterima harianrakyataceh.com dari drg Farhan Jubir Satgas Covid -19 Kabupaten Simeulue, Selasa (5/7), hingga pertanggal 5 Juli 2021, dari total sasaran vaksinasi sebanyak 16.112 orang telah terlaksana vaksinasi tahap pertama sebanyak 5.121 orang, dan vaksinasi tahap kedua telah terlaksana sebanyak 1.980 orang.

“Hingga pertanggal 5 juli 2021 ini, telah terlaksana vaksinasi dua tahap, tahap pertama sebanyak 5.121 orang dan tahap kedua sebanyak 1.980 orang. Serta saat ini anak-anak juga telah mulai ada yang divaksinasi, kita harapkan kesadaran masyarakat untuk vaksinasi Covid19, dan mumpung masih gratis sebab nantinya bukti telah vaksinasi akan jadi persyaratan”, kata Farhan‎. (ahi).‎