Belanja Pemerintah Pusat di Aceh Capai 40 Persen

HARIANRAKYATACEH.COM – Kepala Kanwil DJPb Provinsi Aceh, Syafriadi mengatakan, kinerja APBN 2021 merupakan kunci pemulihan ekonomi di Aceh. “Berdasarkan data per 30 Juni 2021, dari sisi pendapatan, realisasi Pendapatan Pajak dan PNBP telah mencapai Rp 1,96 triliun, lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya,” kata Syafriadi, Selasa (6/7).

Katanya, sementara dari sisi belanja, realisasi belanja Pemerintah Pusat di Aceh telah mencapai 43,38 persen (Rp 6,22 triliun), melebihi target nasional yang ditetapkan sebesar 40 persen di triwulan II. Persentase belanja ini juga menunjukkan peningkatan dibandingan dengan periode yang sama di tahun 2019 dan 2020.

Peningkatan realisasi belanja 2021 didorong oleh pembayaran gaji 13 pada bulan Juni dan penyaluran dana Bantuan Sosial (Bansos) yang telah mencapai 45,87 persen. Dana Bansos tersebut disalurkan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) yang penyalurannya dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh Kantor Pusat Ditjen Perbendaharaan.

Meskipun demikian, realisasi Belanja Barang dan Belanja Modal menunjukkan kinerja penyerapan di bawah rata-rata nasional. Penyerapan Belanja Barang sebesar 38,44 persen (Rp 1,79 triliun dari total pagu Rp 4,68 triliun) dan penyerapan Belanja Modal sebesar 38,83 persen (Rp 1,01 triliun dari total Rp 2,59 triliun).

Realisasi TKDD (DAK Fisik dan Dana Desa) menunjukkan tren yang sedikit berbeda. Realisasi DAK Fisik per 30 Juni 2021 tercatat lebih rendah dari realisasi pada periode yang sama di tahun 2019 dan 2020. Meskipun terdapat Kab/Kota yang telah mencatat realisasi lebih dari 20 persen, rendahnya realisasi pada sebagian besar kabupaten/kota yang lain menyebabkan persentase total DAK Fisik di tingkat provinsi hanya mencapai 8,96 persen.
Berdasarkan data per 5 Juli 2021, terdapat 7 kabupaten/kota dengan realisasi kurang dari 5 persen, yaitu Simeuleu, Aceh Singkil, Aceh Tengah, Subulussalam, Bireuen, Pidie Jaya dan Sabang.

Syafriadi berharap pemerintah kabupaten/kota meningkatkan koordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk mengakselerasi penyerapan DAK Fisik. Percepatan penyerapan DAK Fisik diharapkan dapat mendorong percepatan pembangunan dan pemulihan ekonomi di Aceh.

Sementara itu, penyaluran Dana Desa menunjukkan capaian yang lebih menjanjikan, dengan menempati urutan kedelapan nasional (42,79 persen). Tingkat penyerapan Dana Desa Provinsi Aceh tersebut didorong oleh kinerja penyaluran yang cukup baik pada beberapa kab/kota.

Tujuh kab/kota mencatat realisasi lebih dari 50 persen, yaitu Banda Aceh, Aceh Tenggara, Aceh Tamiang, Langsa, Bieureun, Aceh Barat dan Bener Meriah. Namun, masih terdapat beberapa daerah yang kinerjanya belum optimal, bahkan ada yang masih memiliki persentase realisasi di bawah 30 persen.

“Di triwulan III ini, kita harapkan pencairan Dana Desa dapat terus dipercepat, agar seluruh gampong semakin mampu untuk memperkuat daya beli masyarakat, meningkatkan kualitas penanganan covid-19 di tingkat gampong dan mengangkat pertumbuhan ekonomi, yang pada gilirannya akan meningkatkan peringkat Aceh di tingkat nasional,” kata Syafriadi. (bai)