Dewan Pertanyakan Keberlanjutan Rumah Duafa

HARIANRAKYATACEH.COM – Anggota DPR Aceh, Tarmizi Panyang, meminta pemerintah Aceh menjawab persoalan rumah duafa yang sampai saat ini menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat.

“Tolong pemerintah Aceh jawab ke publik mengenai rumah dhuafa, “kata Tarmizi usai mengikuti Rapat Paripurna DPRA Tahun 2021 dalam rangka Penyampaian dan Pembahasan Rancangan Qanun Aceh Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota, Senin (5/7).

Menurut Tarmizi, dalam RPJM disebutkan, akan dibangun 4.000 rumah dhuafa, namun yang tercover 700 rumah, itu pun dari usulan pokok pikiran (pikir) dewan. “Kalau pun tak dibangun tolong dijawab. Karena selama ini tim TAPA sudah membuat malu pemerintah Aceh. Tolong dilihat kondisi masyarakat lapangan.”ujarnya.

Anehnya, kata Tarmizi, di tahun 2021 dilakukan reforcusing anggaran oleh pemerintah Aceh. Tapi Setelah verifikasi dari 4.000 tinggal 700 rumah.
“Utang dari RPJM setiap tahun itu harus selesai 4.200 rumah. Tapi kalau hanya tahun 2021 ini hanya dibangun 700 hanya bagian pokok pikiran DPRA. Berarti banyak sekali utangnya. Bagaimana menyelesaikan tahun 2022,” jelasnya.

Sementara itu Asisten I Setda Aceh M. Jafar meminta agar persoalan itu ditanyakan kepada SKPA terkait. misalnya rumah duafa yang lebih domain Perkim dan Baitul mal.

“Kalau saya memang tidak terkait dengan hal tersebut. Tapi semua komentar dewan akan kami sampaikan ke gubernur dan akan menjawab secara tertulis,” sebutnya.