Tiga RS Regional di Aceh Butuh Rp 250 Miliar, Dewan : Jangan Beralasan Tidak Ada Anggaran

HARIANRAKYATACEH.COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Tarmizi SP mengingatkan pemerintah Aceh jangan beralasan dengan ketidaktersediaan anggaran terkait pembangun rumah sakit regional di Aceh.

Menurut Tarmizi, tiga rumah sakit regional bisa beroperasi tahun 2023 membutuhkan anggaran Rp 250 miliar.
“Jika pemerintah nanti beralasan tidak cukup anggaran sesuai apa yang disampaikan, ya batalkan saja dana appendix, sehingga anggarannya bisa digunakan untuk rumah sakit regional di Aceh,” kata Tarmizi dalam rapat paripurna, Senin (5/7/) kemarin.

Ia menjelaskan, rumah sakit regional di Aceh Barat baru bisa beroperasi di tahun 2023 jika dianggarkan di tahun 2022 sekitar Rp 150 miliar. Kemudian RS regional Aceh Selatan bisa beroperasi apabila dianggarkan Rp 50 miliar. Begitu juga Rumah RS Aceh Tengah juga Rp 50 miliar.

“Sedangkan di Bireun baru pondasi, anggarannya juga besar. Kemudian Langsa juga butuh anggaran besar,” ujarnya.

Tak hanya itu, Tarmizi juga meminta Gubernur menyurati pemerintah kabupaten/kota karena rumah sakit regional nantinya akan diserahkan ke pemerintah kabupaten/kota.

“Mereka harus menyiapkan infrasuktur tambahan dan fasiltas lainya seperti jalan akses, air bersih dan dokter spesialis. Jangan sampai nanti di tahun 2023 diserahkan belum siap di lapangan, maka perlu prioritas segera. Melihat kondisi saat ini, rumah sakit regional sangat prioritas, karena di daerah banyak yang sudah penuh, “ujarnya.

Sebelumnya Pimpinan DPRA dan Anggota DPRA bersama Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr Hanif meninjau proyek pembangunan rumah sakit (RS) regional Meulaboh di Aceh Barat, Sabtu (26/6/) lalu.
Dalam kesempatan itu, Pemerintah Aceh berkomitmen melanjutkan pembangunan RS regional Meulaboh dan RS regional lainnya pada tahun 2021. Pengerjaan RS regional rumah sakit ini ditargetkan rampung dan fungsional pada tahun 2023.

“Kita dari DPRA komitmen, apalagi sudah disampaikan Kadinkes yang mendampingi kita.Harapannya tahun 2022 proses penganggaran bisa kita finalkan untuk rumah sakit regional agar bisa fungsional pada tahun 2023,” kata Safaruddin.

Tentu, jelasnya, pertimbangan penganggaran itu ada di TAPA dan DPRA. Tahun ini (2021), Pemerintah Aceh sudah mengalokasi anggaran Rp 60 miliar untuk kelanjutan pembangunan. Sedangkan untuk proses pembangunan rumah sakit itu hingga tuntas dan fungsional pada tahun 2023, maka masih dibutuhkan anggaran tambahan yang diusulkan tahun 2022 sebesar Rp 120 miliar lagi atau lebih.

“Insyaallah kita komitmenlah menuntaskan kegiatan pembangunan rumah sakit regional Meulaboh dan rumah sakit regional lain di Aceh. Apalagi bicara otsus kita yang tahun depan tinggal 1 persen lagi,”ujarnya. (mar/min).