Diduga Mesum di Kamar Losmen, Pasangan Non Muhrim Ditangkap Pol PP WH

Terduga pasangan mesum dikamar Losmen, saat dibawa ke markas Pol PP WH Kabupaten Simeulue, Rabu (7/7). For Harianrakyataceh.com. ‎

HARIANRAKYATACEH.COM – FR (19) dan RE (17), tak berkutik dan tertangkap basah saat digrebek personil Satpol PP dan WH‎ Kabupaten Simeulue disalah satu kamar penginapan losmen yang ada dikota Sinabang sekitar pukul 23:00 WIB, Rabu (7/7).

Pengerebekan pasangan pelanggaran syariat islam itu bermula setelah pihak Satpol PP WH K‎abupaten Simeulue yang rutin melakukan patroli, mendapat informasi dari masyarakat, bahwa ada pasangan non muhrim yang mencurigakan disalah satu kamar losmen.

Terkait penangkapan kedua terduga pelaku mesum itu, yang menginap salah satu kamar losmen ANH yang berlokasi di Simpang Lima kota Sinabang, hal itu dibenarkan Dodi Juliardi Bas Kasatpol PP WH Kabupaten Simeulue, yang dikonfirmasi harianrakyataceh.com, Kamis (8/7).

“Setiap malam kita gelar patroli dan kita mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada pasangan non muhrim yang menginap dikamar salah losmen yang ada dikota Sinabang. Dan saat ini kasus kedua pelaku pelanggar Qanun‎ syariat Islam seusai Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014. Itu telah kita serahkan ke PPNS selaku penyidik Pol PP WH kita”, katanya.

Masih menurut Dodi Juliardi Bas dari pengakuan kedua pelaku terduga mesum masih tercatat sebagai warga Kecamatan Teluk Dalam  telah sebulan berpacaran dan belum melakukan hubungan terlarang, namun dari pengakuan ‎FR selain berstatus Mahasiswa juga mengaku sebagai karyawan losmen ANH‎.

‎Dari TKP pihak Pol PP WH selain mengamankan dua terduga pelaku mesum juga mengamankan Barang Bukti (BB) berupa tiga unit HP,  obat batuk, tisu, BH dan KTP, serta juga menemukan ranjang tidur yang telah tidak beraturan dan petugas menemukan satu unit BH yang diduga milik RE yang masih berstatus pelajar setingkat SMA sederajad.


Kasatpol PP WH Kabupaten Simeulue menilai lemahnya penerapan aturan pengawasan dari pemilik Losmen atau penginapan, setiap orang yang hendak menginap harus membuktikan identitas yang jelas, termasuk suami isteri dengan membuktikan buku nikah yang resmi dikeluarkan oleh KUA, sehingga nantinya terjadi pelanggaran syariat islam.

“Pengawasan dan penerapan aturan oleh pemilik losmen atau penginapan masih kurang memadai, seharusnya setiap calon penginap atau pengunjung itu wajib diminta identitas yang jelas serta memperlihatkan buka nikah yang resmi ‎bila calon yang hendak menginap itu suami isteri dan untuk losmen TKP kasus ini sedang dikaji ulang ijinnya”, imbuhnya. (ahi).