Pembahasan Tanah Tgk Chiek Dianjong Alot

Suasana Rapat Tanah Peninggalan Tgk Chiek Dianjong yang semakin hangat dipersoalkan berbagai pihak. Rakyat Aceh/Dhian Anna Asmara

HARIANRAKYATACEH.COM – Kisruh dari tanah peninggalan Tgk Chiek Dianjong di kawasan Gampong Keuniree, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pifie, Rabu (7/7), mulai dibahas serius oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat.

Dengar pendapat itu, dihadiri oleh Wabup Pidie, Fadhlullah TM Daud ST, didampingi Kajari Pidie, Gembong Prasetyo SH.MH, Sekda H.Idhami S.Sod MS.i, Asisten I Setda Pidie, Drs Samsul Azhar.

Keuchiek Gampong Keuniree Husein, berharap Pemkab Pidie segera mengambil alih untuk mempertegas status tanah peninggalan Tgk Chiek Dianjong.

Ia berharap, masalah tanah peninggalan Tgk Chiek Dianjong itu segera dituntaskan agar tidak dibangun pertokoan oleh pihak Badan Harta Agama (BHA) Kecamatan Pidie, karena itu tanah wakaf.

Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Pidie, mengatakan, tanah Tgk Chiek Dianjong di Keuniree adalah tanah wakaf karena sudah ditinggal ratusan tahun oleh Tgk Cjhiek Dianjong, asal dari Negeri Yaman.

“Tanah wakaf tidak boleh dibangun toko atau berubah status pindah tangan, terkecuali untuk kemaslahatan ummat di Gampong Keuniree. Karena itu, Pemda harus mendoakan BHA Kecamatan Pidie,” sebut Tgk Ismi.

Kakanmemag Pidie, Abdullah AR menyatakan, persoalan tanah wakaf tersebut harus memiliki bukti bukti di dari yang mewakafkan dan siapa yang menerima wakaf atau ada Nazir nya.

“Sepengetahuan saya, tanah Tgk Chiek Dianjong cukup luas dan sudah banyak bangunan ditanah tersebut, termasuk pertokoan, gedung sekolah, dan puluhan rumah,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRK Pidie, Fadli A Hamid berharap Pemkab Pidie, harus memutuskan segera kepada siapa tanah peninggalan Tgk Chiek Dianjong diberi pengelolaannya, agar tidak menimbulkan banyak masalah lagi.

Asisten I Setda Pidie, Drs Samsul Azhar yang dipercayakan dan ditunjuk untuk mengendali rapat sengketa tanah peninggalan Tgk Chiek Dianjong mengatakan, pihaknya akan mempelajari sedetil mungkin tanah Tgk Chiek Dianjong.

Terlebih, sebut Samsul Azhar, dirapat tersebut hadir pengacara negara, sekaligus Kajari Pidie. Sehingga, perlu waktu untuk penetapan tanah peninggalan tersebut sesuai dengan peraturan agama dan pemerintah. (daa/rus)