Peniadaan Ibadah di Masjid Menunggu Fatwa MPU

BANDA ACEH (RA) – Provinsi Aceh masih menunggu imbauan dari MPU Aceh terkait peraturan ditiadakan peribadatan di masjid bagi daerah masuk dalam kategori pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Dalam Instruksi Menteri Dalam negeri (Inmendagri) Nomor 17 Tahun 2021 tentang PPKM Mikro, 43 kabupaten/kota itu berada di 21 provinsi, diantaranya Kota Banda Aceh. Dalam instruksi tersebut dijelaskan pelaksanaan kegiatan ibadah pada tempat ibadah ditiadakan sementara waktu, sampai dengan wilayah dimaksud dinyatakan aman berdasarkan penetapan pemerintah daerah setempat dan lebih mengoptimalkan ibadah di rumah.Bagi zona merah ditiadakan sementara sampai dengan dinyatakan aman, sesuai dengan Surat Edaran (SE) Menteri Agama (Menag). Sementara zona Lainnya sesuai pengaturan dari Kementerian Agama, dengan penerapan protokol kesehatan lebih ketat.

 

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Winardy, S.H.,S.I.K.,M. Si, dikonfirmasi media ini menjelaskan, untuk rumah ibadah sesuai (Inmendagri) Nomor 17 Tahun 2021 adalah dioptimalkan ibadah di rumah dan kalau bisa ditiadakan sementara waktu sampai kondisi dinyatakan aman oleh pemda. Polda Aceh, sebutnya,masih menunggu kebijakan Pemda Aceh untuk mengeluarkan edaran khususnya terkait rumah ibadah atau mesjid.“Kita akan koordinasikan dengan MPU.

Saat ini Biro Operasi Polda Aceh lagi mengonsolidasikannya beribadah di masjid dengan prokes ketat, wajib memakai masker dan menjaga jarak aman antar saf. Kita bisa meniru Arab Saudi, Tanah Haram saja mewajibkan masker dan jaga jarak aman antar saf,” jelasnya.

 

Sementara itu Kepala UPTD Pengelola Mesjid Raya Baiturrahman Aceh, Ridwan Johan mengatakan, penerapan protkes di masjid masih terus dilakukan, begitu juga menghindari keramaian setiap kegiatan yang dilaksanakan di masjid. “Untuk keramaian tetap kita hindari tapi seperti disampaikan masjid harus tutup, itu tidak kita lakukan. Jangan kita tutup mesjid, salat jarang-jarang pun masih diprotes masyarakat. Tapi kita akan perketat prokes. Kita siapkan masker, kemudian cuci tangan, itu kita siapkan semua,” jelasnya.

 

Sampai saat ini, Ridwan menyebutkan untuk ditiadakan Kegiatan keagamaan di rumah ibadah belum ada instruksi dari pemerintah Aceh begitu juga himbauan dari MPU Aceh.

 

“Kita berpegang pada MPU, sampai sekarang belum disampaikan apa-apa,” sebutnya.

 

Sementara Wakil Ketua I Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Tgk. H. Faisal Ali beberapa kali dikonfirmasi media ini, belum ada menjawab terkait Instruksi Menteri Dalam negeri (Inmendagri) Nomor 17 Tahun 2021 tentang PPKM Mikro, menyangkut Pelaksanaan kegiatan ibadah pada tempat ibadah ditiadakan sementara waktu. (Mar/min).