Memasuki Tahun Ajaran Baru, Disdikbud Aceh Besar Target 60 Persen Guru Divaksinasi

Teks Foto : Kepala Disdikbud Aceh Besar Dr Silahuddin bersama pejabat dinas tersebut melakukan vaksin covid 19 beberapa waktu yang lalu. IST/ RAKYAT ACEH

HARIANRAKYATACEH.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Besar menargetkan 60 persen guru baik Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Tenaga Kontrak sudah divaksin memasuki Tahun Ajaran (TA) Baru 2021/2022 yang akan dimulai Senin (12/7).

“Kita target minimal 60 persen guru di tingkat TK, SD dan SMP sudah melakukan vaksin memasuki awal semester Tahun Ajaran Baru ini,” sebut Kepala Disdikbud Aceh Besar Dr Silahuddin kepada media Sabtu (10/7).

Pernyataan Silahuddin tersebut sekaligus mengklarifikasi pemberitaan sebelumnya yang menyebutkan memasuki Tahun Ajaran Baru, 60 persen guru di jajaran Disdikbud Aceh Besar sudah divaksin adalah kesalahannya dalam menyampaikan data tersebut.

“Seharusnya, 60 persen itu target kita memasuki TA baru, dan kita terus mendorong semua guru baik ASN maupun tenaga kontrak dengan kesadarannya sendiri, semuanya mau melakukan vaksin. Dan para ASN di dinaspun, termasuk saya sudah divaksin,” tutur Silahuddin.

Dan menyangkut dengan vaksinasi covid 19 itu, Silahuddin kembali mempertegas, Disdikbud Aceh Besar tetap ikut dengan arahan Bupati Aceh Besar yang menyebutkan semua ASN dan Tenaga Kontrak di jajaran Pemkab Aceh Besar harus melakukan Vaksin.

“Kita tetap berpegang pada arahan Pak Bupati yang menyampaikan bahwa semua ASN dan Tenaga Kontrak termasuk guru, semuanya harus melakukan vaksin. Dan Disdikbud Aceh Besar juga menganjurkan seperti itu,” tegas Silahuddin.

Terkait dengan model pembelajaran yang akan diterapkan, kata Silahuddin, pihaknya akan merujuk pada Surat Edaran (SE) Bupati Aceh Aceh Besar Nomor 420.7/2253/2021 tentang Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas untuk sekolah-sekolah yang ada di Aceh Besar.

“Pelaksanaan pembelajaran pada Tahun Ajaran 2021-2022 akan dilaksanakan secara tatap muka terbatas, artinya akan memberlakukan peta zonasi wilayah sesuai dengan zona resiko masing-masing wilayah yang sifatnya dinamis,” jelas Silahuddin.

Masih menurut Silahuddin, pihaknya akan terus berkoordinasi denga Satuan Tugas (Satgas) Covid 19 kabupaten terkait peta zonasi untuk menentukan sistem pembelajaran yang akan diterapkan.

“Kita akan menyiapkan sistem pembelajaran baik itu daring, luring secara terbatas atau sift, sesuai dengan zona wilayah masing-masing, dan kita sudah siapkan sistem pembelajaran itu,” demikian pungkas Dr Silahuddin.(tar)