Tim Provinsi Nilai Perpus Meunasah Alue  “Lomba Perpus Gampong Tingkat Aceh”

HARIANRAKYATACEH.COM -Perpustakaan Cahaya Ilmu Gampong Meunasah Alue Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe, masuk dalam dominasi untuk ikut dalam ajang perlombaan Perpustakaan (Perpus) gampong tingkat Aceh.

Perpus Meunasah Alue merupakan salah satu gampong yang mewakili Kota Lhoksemawe ikut perlombaan tersebut. Meunasah Alue akan bersaing dengan Perpustakaan Gampong yang mewakili Aceh Besar, Bireuen, Banda Aceh, Meulaboh dan Nagan Raya. Sementara untuk pemenang perpustakaan terbaik tingkat Aceh akan diumumkan pada 30 Juli mendatang.

Untuk itu, Tim Penilai Perlombaan Perpustakaan Gampong Tingkat Provinsi Aceh turun ke Perpustakaan Gampong Meunasah Alue, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhoksemawe, untuk melakukan penilaian dengan menggunakan standar nasional Perpustakaan, pada Rabu kemarin.

Dalam tim penilai atau tim juri itu juga ikut hadir Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Dr. Edi Yandra, S.STP.,MSP, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Lhoksemawe, Dr. M. Irsyadi, S.Sos.,MSP, bersama Muspika, Geuchik Gampong setempat dan pihak terkait lainnya.

Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Kota Lhokseumawe Dr. M.Irsyadi, S.Sos.,MSP mengatakan, kehadiran Perpustakaan Gampong di Kota Lhokseumawe khususnya di Gampong Meunasah Alue merupakan lentera ilmu yang harus dihidupkan kembali sebagai upaya mencerdaskan kehidupan Bangsa dan Negara.

“Semoga Perpustakaan Cahaya Ilmu Meunasah Alue menjadi yang terbaik dalam lomba Perpustakaan Gampong tingkat Aceh tahun 2021,”pintanya.

Sementara Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Dr. Edi Yandra, S.STP.,MSP, menyebutkan, lomba Perpustakaan Gampong tingkat Aceh ini diikuti oleh enam gampong di Aceh yang akan dinilai oleh dewan juri.

“Untuk kategori penilaian perpustakaan tetap menggunakan standar nasional perpustakaan, dengan beberapa item yang harus dipenuhi seperti struktur organisasi, pelayanan perpustakaan, pelayanan referensi, koleksi tentang perpustakaan dan dalam koleksi perlu ada karya cetaknya,”kata Edi Yandra.

Ia juga berpesan harus bangga menjadi orang perpustakaan, karena kita sebagai pejuang Literasi harus mampu menjadikan perpustakaan sebagai pusat ilmu pengetahuan dengan konsep-konsep yang menarik sehingga masyarakat tertarik untuk berkunjung ke perpustakaan. (arm/icm)