Sirul Mubtadin Santuni Rp500.000 Jamaah yang Meninggal

Haul Sirul Mubtadi Pijay yang ke 4 Tahun 2019 lalu di Lapangan bola kaki Meureudu.Abdullah Gani/Rakyat Aceh

HARIANRAKYATACEH.COM – Majelis Taqlim Sirul Mubtadin Pidie Jaya kini memasuki tahun ke enam (terbentuk 2015). Dalam kurun waktu tersebut terus berbenah menggiring anggotanya untuk berubudiyah kepada Allah SWT. Sementara untuk setiap jamaah yang meninggal dunia, pengurus menyumbang Rp 500.000. Hal itu diutarakan, Tgk H Rusydi Muhammad, Pengurus Sirul Mubtadin yang juga pimpinan Dayah Irsyadul Ulum Al-Aziziyah Gampong Dayah Kruet Kecamatan Meurahdua kepada wartawan harian ini.

Hingga saat ini, sebut Abi Rusydi, lembaga keagamaan dimaksud telah memiliki sekitar 24.000 orang jamaah tersebar di 343 titik dalam 222 gampong di delapan kecamatan. Itu artinya ada desa dua titik. Mejelis Taqlim Sirul Mubtadin, melaksanakan pengajian disertai zikir bersama pada masing-masing gampong dalam sepekan satu kali dan berlangsung malam dengan jadwal yang disepakati.

Oleh jamaah, diakui, santunan Rp 500.000 setiap jamaah yang meninggal sangat minim, tapi segitulah kemampuan.

Dengan adanya Sirul Mubtadin di semua gampong, selain akan menambah ilmu agama bagi jamaah juga secara tidak langsung akan terbina persatuan dan kesatuan karena masyarakat sudah kompak.

Begitu halnya mereka yang tergabung dalam pengajian mingguan lainnya. Seperti yang dilaksanakan di pendopo (meuligoue) pada setiap Selasa malam (malam Rabu). Pengajian ini terbuka untuk umum dan sudah berlangsung sejak belasan tahun atau sudah seusia Pijay.

Sementara Rabu malam atau malam Kamis juga digelar pengajian untuk pimpinan dayah/balai pengajian (BP) di rumah dinas Wabup.

Sedangkan yang bulanan yaitu pengajian ilmu tasauf, tauhid dan fiqih (Tastafi) yang dilaksanakan setiap bulan juga bagi pimpinan dayah/ponpes dan pimpinan BP. Pengajian ini dipimpin Abu Syekh H Hasanoel Bashry HG atau lebih akrab disapa Abu Mudi.

Tempatnya di Aula PT Maar Motor, Pimpinan Tgk H ibral Malasyhi. Untuk Juli, pengajian digelar, Kamis (8/7) lalu. Perhatian pemkab setempat terhadap Sirul Mubtadin termasuk pengajian lainnya tergolong besar termasuk juga bantuan dalam bentuk dana.

Untuk Sirul Mubtadi, Pemkab Pijay juga sudah pernah membantu dana Rp 100 juta. Dana tersebut termasuk bantuan para anggota, kini sudah dimanfaatkan membeli tapak bangunan dan kini baru sebatas pondasi di kawasan Desa Bie lintas jalan nasional. Karena kantor yang didambakan hingga kini belum terujut, sehingga untuk sementara Sekretariat Sirul Mubtadin bermarkas di Dayah Irsyadul Ulum Al-Aziziyah Dayah Kruet. Saat ini pengurus sedang berupaya untuk membangun gedung dimaksud.

Abi Rusydi yang juga salah seorang Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Pidie Jaya juga sangat berharap kepada para dermawan bahkan semua lapisan masyarakat hendaknya terus membantu meringankan beban jamaah Sirul Mubtadin. “Kami butuh bantuan dermawan dan masyarakat luas,” imbuh Abi Rusydi. (mag87/rus).

Ribuan jamaah Sirul Mubtadin Pidie Jaya gelar zikir bersama pada Haul.Abdullah Gani/Rakyat Aceh