Tahun Ajaran Baru Belajar Tatap Muka, Jam Istirahat di Ruangan

PANTAU- Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe, Ibrahim memantau proses belajar tatap muka di sekolah, pada hari pertama tahun ajaran baru 2021/2022, Senin (12/7). FOR RAKYAT ACEH

HARIANRAKYATACEH.COM – Pemerintah Kota Lhokseumawe membolehkan proses belajar tatap muka disekolah tahun ajaran baru 2021/2022 dengan menerapkan Prokes Covid-19. Dimana, tahun ajaran baru dimulai pada Senin (12/7), semua sekolah di Lhokseumawe kembali diaktifkan setelah libur pasca pembagian rapor siswa.

Untuk memastikan jalannya proses belajar tatap muka tahun ajaran baru, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe, Ibrahim beserta jajarannya serta unsur terkait lainnya melakukan pemantauan ke sejumlah sekolah dilokasi yang berbeda.

Hasilnya, semua sekolah menerapkan Prokes Covid-19 saat melangsungkan proses belajar mengajar di hari pertama tahun ajaran baru.

“Ya pantauan kami tadi pagi ke sejumlah sekolah di Kota Lhokseumawe, semuanya menerapkan Prokes Covid-19, seperti menyediakan tempat cuci tangan pakai bagi siswa, memakai masker dan menjaga jarak,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe, Abdul Malik, dikonfirmasi Rakyat Aceh, Senin (12/7).

Ia mengatakan, untuk proses belajar mengajar juga dibagi dua shift dan tidak boleh lewat pada pukul 12.00 WIB. Misalnya, dalam satu kelas itu ada 30 siswa maka dibagi menjadi 15 siswa untuk mengikuti proses belajar tatap muka. Itu dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mengacu kepada Prokes Covid-19.

“Jam istirahat hanya di dalam ruangan dan tidak boleh keluar, kantin sekolah tidak dibuka, siswa harus membawa sendiri makanan dan minuman dari rumah,” katanya.

Sementara itu jumlah keseluruhan siswa SD dan SMP di Kota Lhokseumawe sebanyak 25.473 orang. Dengan rincian untuk SD 17.804 siswa dan SMP 7.669 siswa.

Selain itu, ia juga meminta kepada masyarakat atau orang tua siswa untuk menjaga anaknya supaya tetap mematuhi Prokes Covid-19 saat keluar rumah. Kemudian peran orang tua siswa juga sangat diharapkan untuk mengontrol anaknya saat belajar di rumah ketika sekolah atau guru memberikan tugas pekerjaan rumah (PR). (arm/icm)