Guru Bakti Pagi ke Sekolah, Sore Jualan Ketupat dan Buah Durian

Yeti, guru bakti, jualan ketupat dan lemang saat sedang musim durian di pulau Simeulue, Minggu (18/7). AHMADI/RAKYAT ACEH

HARIANRAKYATACEH.COM –¬†AROMA harum buah durian masak, nyaris tercium disetiap pelosok pulau Simeulue dan menyuguhkan pemandangan jejeran buah durian yang tersusun rapi dipinggir jalan maupun di kios-kios darurat yang dijadikan lapak jualan.

Musim buah durian tersebut, dimanfaatkan warga untuk jualan ketupat dan lemang yang biasanya kedua menu penganan yang disantap bersama buah durian. “Hampir sebulan musim buah durian dan saya manfaatkan jualan ketupat dan lemang,” kata Yeti (28), yang ditemui Harian Rakyat Aceh, Minggu (18/7).

Dari hasil jualan ketupat dan lemang tersebut untuk membantu ekonomi keluarganya, meskipun Yeti yang berprofesi sebagai guru bakti di salah satu sekolah TK di kawasan Kecamatan Teupah Barat, mengaku tidak malu dan halal.

“Untuk apa saya malu dan untuk apa saya gaya-gayaan, kalau perut kedua anak saya lapar. Yang perlu diingat saya mencari rezeki halal dan bukaan pekerjaan mencuri,” imbuh Yeti, guru bakti hanya bergaji Rp 500.000 per bulan.

Masih menurut Yeti, dirinya buka lapak jualan ketupat dan lemang serta buah durian selepas siang, menjelang sore hari sedangkan pagi harinya melaksanakan tugas pokonya selaku guru bakti untuk wajib hadir ke sekolah tempatnya mengajar sehari-hari.
Yeti mampu jual ketupat dengan harga Rp 2.000 per ketupat dan menu penganan lemang Rp 15.000 per lemang, untuk buah durian dijual bervariasi, mulai dari harga Rp 60.000 hingga Rp 100 ribu per ikat dan persatu buah durian.

“Capai 100 ketupat yang laku setiap sore hingga malam, kalau lemang agak kurang pembeli, sedangkan buah durian itu milik orang lain yang dititip sama saya untuk dijual, harganya bervariasi. Alhamdulillah ada rezeki dari usaha ini dan sebelum jualan sore harinya, pada paginya saya ke sekolah dulu,” jelas Yeti.

Guru Bakti itu buka lapak jualan dibawah pohon rindang, pinggir jalan aspal jalur dua, persisnya di depan kantor Bupati Simeulue, yang merupakan kawasan ramai dilintasi oleh warga dan aroma harum buah durian menjadi salah satu daya tarik calon pembeli. (bai)