Humanis, Begini Cara Tim Terpadu Aceh Barat Tangani PKL

Kabid Trantib Satpol PP Aceh Barat, Dodi B Saputra, saat menjelaskan lapak dagang salah, tepat di atas badan jalan Nasional, Meulaboh.

Meulaboh – Pengguna jalan di Meulaboh sering protes, ruas trotoar yang menjadi hak lintasan mereka, malah menjadi lapak berjualan pedagang. Tim gabungan lancarkan penertiban, sambilan edukasi pentingnya protokol kesehatan (Prokes) di masa pandemi Covid-19.

“Aduh, kok macam makan buah simalakama aja ini. Mau ditindak, sayang orang cari rezeki, tidak ditindak, gak enak dengan pelintas berjalan kaki,” keluh Kepala Bidang ketentraman dan ketertiban Satpol PP Aceh Barat, Dodi B Saputra, Meulaboh Minggu (18/7).

Jurus akhirnya, Dodi yang melibatkan tim gabungan, Kodim 0105 Aceh Barat, DenPom II Meulaboh, dan Polres Aceh Barat, terpaksa harus menindak tegas lapak pedagang yang salah sambil santun dan humanis.

“Ada pesan pimpinan harus humanis. Ya selama proses penindakan asik senyum lebar aja. Ada juga pedagang yang tegang, tapi setelah saya membeli barang dagangannya, suasana mencair serta dia bersedia ditertibkan,” ucap Dodi sambil tersenyum sendiri.

Target penertiban, sambung Dodi, PKL yang berjualan di seputaran jalan Nasional, Kota MeuLaboh. Lapak pedagang yang salah, langsung digeser dan dipindahkan agar tidak menggangu pejalan kaki atau menutupi bahu jalan utama kota.

“Lapak berjualan yang menutupi bahu jalan nasional itu, menyebabkan jalan sempit dan macet. Ini mengudang kecelakaan. Yang terburuknya, wajah kota terkesan semrawut,” katanya.

Pihaknya tidak memiliki niat mengganggu masyarakat yang mencari rezeki dengan berjualan. Tapi sangat disarankan Dodi, pedagang tetap harus memperhatikan aturan baku di setiap kota manapun, seperti trotoar sebagai ruas berjalan kaki dan badan jalan tempat kendaraan melintas. (den)