Mapoli Raya PHK Buruh, FORMAT Minta Lunasi Gaji dan Pesangon

Meulaboh – Usai kabar menunggak empat bulan gaji karyawan PT Mapoli Raya beredar luas, mendadak puluhan pekerja di PHK dengan alasan kebangkrutan. Terhitung sejak Ahad (18/7) ini, seluruh aktivitas perusahaan dibubarkan atau berakhir karena pailit. Format mendesak perusahaan tetap membayar keringat dan hak-hak pekerja, sesuai aturan berlaku.

“Sekitar puluhan pekerja sudah di pecat, dengan alasan PT. Mapoli Raya sedang pailit dan segala kepengurusan akan dialihkan kepada pihak kurator,” kata Rasyidin Ketua LSM Forum Masyarakat Aceh Barat (Format), Meulaboh, Sabtu (17/7).

Otomatis, kata Rasyidin, segala hak yang menjadi tuntutan karyawan PT Mopoli Raya, akan ditangani oleh pihak tim kurator perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut. “Mulai Minggu (18/7) ini, aktivitas perkebunan kelapa sawit PT. Mapoli Raya telah dibubarkan atau dihentikan,” bebernya.

Kini, sambung Rasyidin, PT Mapoli Raya resmi dinyatakan bangkrut, berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI No:177 K/Pdt Sus-pailit/2021, “Makanya tindakan pemutusan hubungan kerja (PHK) terpaksa dilakukan perusahaan,” pungkasnya.

Meskipun dalam kondisi sulit, LSM – FORMAT tetap mendesak pihak perusahaan harus bertanggungjawab sesuai aturan berlaku, dengan wajib memenuhi segala hak-hak karyawan yang menerima PHK.

“Jangan asal pecat saja, tapi segala hak pekerja tetap harus dipenuhi, salah satunya seperti pesangon,” desak Rasyidin.

Sebelumnya, pengakuan Rasyidin, karyawan yang menerima PHK dari pihak perusahaan, mengadukan langsung nasib mereka, meminta LSM ini dapat dimediasikan tuntutan para buruh pecatan, agar dapat terpenuhi segala haknya, seperti gaji selama empat bulan yang menunggak dan uang pesangon.

“Kami tahu perusahaan sedang pailit, tapi kewajiban membayar gaji yang menunggak dan pesangon, itu harus dilakukan. Apalagi ini menjelang lebaran Idul Adha, jadi mereka sangat membutuhkan uang,” tutupnya.(den)