4 Napi Lhokseumawe Bebas Bersyarat

HARIANRAKYATACEH.COM – Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIA membebaskan 4 narapidana yang memenuhi Pembebasan Bersyarat (PB) pada Rabu (21/7). Serahkan terima pembebasan warga binaan itu dilakukan oleh Kepala Lapas Kelas IIA Lhokseumawe Nawawi.

Nawawi mengatakan, ke 4 warga binaan atau napi yang dibebaskan bersyarat yakni, Dahlina binti Jakfar Muhammad, Ismunandar bin Rusli, Firman Jaya bin Nurdin Sidik dan Sukma Winanda bin Syukri Mahmud.

“Mereka yang kita bebaskan hari ini terkait kasus tipikor 2 orang dan tindak pidana pencurian orang, dengan hukuman antara 2 tahun sampai dengan 4 tahun 7 bulan,”kata Nawawi kepada Rakyat Aceh, Rabu (21/7).

Disebutkan, pembebasan bersyarat (PB) ini diberikan kepada warga binaan atau narapidana yang telah memenuhi persyaratan dan ketentuan berlaku. Seperti, (a) warga binaan (napi) telah nenjalani masa pidana 2/3 (dua per tiga) dari masa pidananya, (b) berkelakuan baik, (c) telah mengikuti program pembinaan dengan baik, (d) telah dilakukan litmas (penelitian kemasyarakatan) oleh pembimbing kemasyarajatan (PK), (e) telah membuat surat pernyataan tidak akan melakukan perbuatan/pelanggaran hukum, (f) adanya jaminan kesanggupan dari keluarga narapidana itu sendiri dan laporan dan hasil dari sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) Lapas.

” Jadi mekanisme usulan PB dari Lapas diusulkan ke Kantor Wilayah Kemenkumham Aceh, kemudian diteruskan ke Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Kemenkumham RI,”ucapnya.

Kemudian, setelah mendapatkan persetujuan dari Dirjenpas, maka Direktur Jenderal Pemasyarakatan mengeluarkan Surat Keputusan Pembebasan Bersyarat (SK-PB). Lalu diterbitkan SK tersebut dan langsung dikirimkan ke Lapas yang bersangkutan untuk dilaksanakan sebagaimana Terhitung Mulai Tanggal (TMT) pelaksanaan seperti tercantum pada SK-PB dimaksud. (arm/icm)