Langgar Prokes, Walikota Lhokseumawe Tutup Grosir Wulan Kokula

HARIANRAKYATACEH.COM – Walikota Lhokseumawe Suaidi Yahya menutup sementara grosir Wulan Kokula di kawasan Pasar Inpres Kota Lhokseumawe. Usaha grosir itu melanggar Surat Edaran Wali Kota Lhokseumawe Nomor 44 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 di Kota Lhokseumawe.

 

Dimana pada Jumat (16/7) lalu, pemilik Grosir Wulan Kokula menghadirkan Selebgram Aceh Herlin Kenza untuk mempromosikan usahanya. Namun, kehadiran Herlin yang dikawal ketat oleh mobil voorijder

Polres Lhokseumawe dan bodyguardnya serta aparat TNI telah menimbulkan kerumunan masyarakat hingga melanggar Prokes Covid-19.

 

Kepala Satpol PP dan WH Kota Lhokseumawe, Zulkifli didampingi Kabag Humas Setdako Lhokseumawe, Marzuki dikonfirmasi Rakyat Aceh, Jum’at (23/7), membenarkan usaha Wulan Kokula telah ditutup sementara sejak tanggal 23 Juli 2021 sampai batas waktu yang belum ditentukan.

 

Ia mengatakan, kasus kerumunan saat kehadiran Herlin Kenza di Grosir Wulan Kokula jelas-jelas melanggar Prokes Covid-19 dan

kini sedang ditangani oleh Polres Lhokseumawe.

 

Sementara itu pantauan Rakyat Aceh, Grosir Wulan Kokula juga sudah ditarik garis polisi dan ditempel surat penutupan tempat usaha oleh petugas.

 

Selain itu, terkait perkembangan kasus kerumunan yang sedang ditangani tim penyidik Polres Lhokseumawe sejauh ini telah memeriksa 8 orang saksi. Termasuk pemilik usaha Grosir Wulan Kokula dan Selebgram Aceh Herlin Kenza serta tiga anggota Polisi yang ikut mengawalnya.

 

Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, AKP Yoga Panji Prasetya kepada awak media menjelaskan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan segera menetapkan tersangka dalam kasus kerumunan Prokes Covid-19 dan PPKM berbasis Mikro. (arm/ra)