Respon Keluhan Warga, Ketua DPRK Bireuen Tinjau Langsung Saluran Drainase yang Rusak Parah

HARIANRAKYATACEH.COM – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen, Rusyidi Mukhtar S Sos menyambangi lokasi dan meninjau saluran drainase yang rusak parah di Kota Matang Geulumpang Dua, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Senin (26/7).

Ada tiga lokasi drainase yang rusak parah, mulai dari samping jalan Medan-Banda Aceh depan MAN 3 Bireuen, hingga lokasi didepan Masjid Raya Peusangan.

Amatan media ini, Ketua Dewan melihat langsung saluran air yang tersumbat. Kondisi memprihatinkan ini diakibatkan oleh tebalnya sendimentasi dan terputus-putusnya jalur pembuangan. Inilah yang membuat drainase tak mampu menampung air saat hujan turun, sehingga mengakibatkan rusak parah.

Dia lalu berdialog dengan warga, berharap agar mendukung pemerintah dalam melaksanakan program-program pembangunan, sekaligus mengajak masyarakat untuk menjaga dan membersihkan drainase.

“Kalau pemerintah mengerjakan pekerjaan untuk masyarakat, mohon dimonitor dan dibantu karena fungsinya juga untuk kita semua. Sama-sama kita jaga,” ujarnya.

Rusyidi juga meminta Dinas PUPR Bireuen untuk membenahi dan memperbaiki drainase yang sudah rusak parah demi kepentingan masyarakat.

“Banyak keluhan dari masyarakat Peusangan terkait rusaknya saluran drainase di Matang Geulumpang Dua. Jika tak kunjung diperbaiki, dikhawatirkan akan menimbulkan permasalahan baru. Kami meminta pihak dinas terkait, sesegera mungkin memperbaiki kerusakan tersebut,” sebutnya.

Sementara Kepala Dinas PUPR Bireuen, Fadhli Amir ST saat dihubungi media ini, Selasa (27/7) mengaku, saluran drainase di Kota Matang tersebut merupakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun, pihaknya sudah koordinasi langsung dengan pusat dan dalam waktu dekat akan diperbaiki.

“Kita sudah koordinasi langsung dengan pusat terkait perbaikan drainase di Matang. Dalam seminggu kedepan, bagian yang rusak tersebut akan diperbaiki,” sebutnya.

Fadhli berharap kepada pengendara mobil truk besar khususnya di Peusangan, agar tidak memarkirkan mobil diatas saluran. Jika ini dibiasakan, drainase akan ambruk dan rusak. (akh)