Setelah Viral, Keluarga Akidi Tio Mulai Tak Nyaman

Tempat usaha pabrik kecap Apollo dan Roti Marie yang dirintis oleh Alm Akidi Tio tahun 1960 an. Foto Sumatera Ekspres

HARIANRAKYATACEH.COM – Viralnya bantuan Rp2 triliun untuk penanganan Covid-19 Sumsel membuat keluarga almarhum Akidi Tio mulai tidak nyaman. Banyak pihak yang rupanya mencari dan ingin bertemu mereka. Termasuk ingin tahu motivasi memberikan bantuan dengan jumlah yang fantastis.

Kondisi ini diungkap Direktur Intelkam, Kombes Pol Ratno Kuncoro SIK, petang kemarin (27/7).

“Kita sudah komunikasi dengan pihak keluarga dan mereka saat ini agak merasa kurang nyaman,” ujarnya sebagaimana dilansir Sumatera Ekspres (Grup Rakyat Aceh).

Karena itu, Ratno berharap masyarakat agar sabar menunggu. Saat ini, proses penyerahan bantuan uang Rp2 triliun segera diproses.

“Mohon bersabar agar kita dapat melakukan prosesnya dan tidak mengganggu privasi pihak keluarga Pak Akidi sehingga memberikan kenyamanan untuk mereka,” imbuh
dia.

Terkait rekening untuk menampung transfer dana sebanyak itu, saat ini kata Ratno masih dibicarakan.

“Untuk saat ini belum bisa kita beritahukan. Namun intinya kita akan menjalankan proses yang sedang berlangsung. Yakinlah, nanti apapun hasilnya akan disampaikan secara transparan,” tegasnya.

Terkait dengan penggunaan bantuan itu, nantinya akan dibentuk tim khusus dan skema yang jelas agar dapat dipertanggungjawabkan. Termasuk donasi lainnya, harus digunakan dengan transparasi dan penuh keterbukaan.

“Kita mencegah jangan sampai terjadi kebocoran. Diharapkan dengan adanya bantuan ini tidak ada lagi warga Sumsel yang kelaparan. Juga berharap pandemi ini segera berakhir,” pungkas Ratno.

Sebelumnya, Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Eko Indra Heri S MM, menegaskan, bantuan dari keluarga almarhum Akidi Tio ini untuk masyarakat Sumsel yang terdampak dan penanganan Covid-19.

Sempat terkejut saat mendengar nominal bantuan, Kapolda yang memang kenal almarhum Akidi dan keluarganya ini menerima dengan penuh tanggung jawab bantuan itu.

“Insya Allah amanah ini dapat dikelola dengan sebaik-baiknya,” beber dia.

Eko menegaskan, dirinya hanya perantara dalam menyalurkan bantuan dari pihak keluarga almarhum Akidi Tio.

Kapolda mengenal almarhum Akidi dan keluarganya sejak lama. “Saya hanya sebagai makelar kebaikan saja. Terkait alokasi dan penyalurannya, nanti akan ada ahli-ahli yang lebih paham,” ucap dia.

Diakuinya, saat ini banyak yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk menghadapi pandemi Covid-19 yang belum tahu kapan akan selesai. Mulai dari kebutuhan dana untuk mencegah penyebaran Covid, penanganan warga yang sakit dan membutuhkan bantuan. Pemberian obat, makanan, oksigen dan lainnya.

Termasuk perhatian untuk para tenaga kesehatan dan orang-orang yang bekerja dalam penanganan Covid.

“Karena itulah, perlu komunikasi dengan teman-teman ahli supaya bantuan yang diberikan keluarga almarhum Pak Akidi Tio ini bisa tepat sasaran,” tandas Kapolda. (iol/ce1)