Rawan Kebakaran, BPBD Simeulue Bangun Fasilitas Bunker Ground Tank Bawah Tanah 

Edi Rahman Kalak BPBD Simeulue, sedang meneliti berkas master Plant Bunker Ground Tank, yang sedang dalam proses pekerjaan di lokasi kegiatan senilai Rp 900 juta. Kamis (29/7). Ahmadi - harianrakyataceh.com.  ‎

HARIANRAKYATACEH.COM – Fasilitas Bunker Ground Tank bawah tanah, dikawasan pemukiman pada penduduk dan pusat bisnis serta pusat Pemerintahan di kota Sinabang Ibukota Kabupaten Simeulue, sedang dalam proses pekerjaan oleh pihak rekanan.

‎Fasilitas Bunker Gound Tank untuk kepentingan respon cepat bencana kebakaran itu, berkapasitas 500 kubik bahan baku air tersebut, persisnya berada dibawah tanah Simpang Lima kota Sinabang, yang dikerjakan rekanan PT Tauhau, dengan sumber anggaran Doka tahun 2021, snilai sekitar Rp 900 juta.

Terkait pembangunan fasilitas Bunker Ground Tank bawah tanah yang dibangun dikawasan rawan kebakaran tersebut dijelaskan Edi Rahman, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Simeulue, yang ditemui harianrakyataceh.com, Kamis (29/7).

“Benar, saat ini sedang proses pembangunan Bunker Ground Tank‎ bawa tanah, untuk stok penyimpanan bahan baku air pemadam kebakaran, sehingga saat terjadi kebakaran bahan bakunya sudah ada. Kita bangun dilokasi ini disebabkan merupakan kawasan rawan bencana kebakaran”, kata Edi Rahman.

Masih menurut Kalak BPBD Simeulue, pusat ibukota Kabupaten Simeulue merupakan kawasan yang rawan bencana kebakaran diebabkan 85 persen bangunan rumah dan toko berkontruksi kayu, serta respon cepat untuk isi ulang armada damkar saat sedang berlangsung musibah kebakaran dipusat kota Sinabang.‎

Sementara saat ini sebut Edi Rahman, jarak sekitar 4 kilometer antara lokasi markas armada Damkar BPBD Simeulue dengan pusat Kota Sinabang, serta dengan tersedianya fasilitas Bunker Ground Tank tempat penyimpan ratusan kubik air bahan baku pemadam kebakaran tersebut, juga nanti guncangan gempa bumi.

‎”Fasilitas penyimpan bahan baku air untuk pemadam kebakaran itu, dengan spesifikasi mampu menahan guncangan gempa bumi, serta kita harapkan rekanan pelaksana harus benar-benar sesuai dan teliti saat mengerjakan  fasilitas  yang berada dibawah tanah berdiameter 12×12 meter, dengan kedalaman 3 meter, sehingga nantinya dapat digunakan puluhan tahun kedepan”, imbuhnya. (ahi).