Pengusaha Minta Pinjam Pakai Gedung Saudagar Aceh Utara

HARIANRAKYATACEH.COM – Pengusaha Lhokseumawe yang tergabung dibawah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Lhokseumawe, meminta Pemerintah Kota (Pemko) setempat untuk dapat meminjam pakai bekas gedung Saudagar Aceh Utara. Dimana gedung itu yang merupakan aset Aceh Utara sudah diserahterimakan kepada Pemko Lhokseumawe belum lama ini.

Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Kota Lhokseumawe, T. Anwar Haiva mengatakan, selama ini Kadin Lhokseumawe belum memiliki kantor yang representatif sebagai tempat berkumpulnya para pengusaha.

“Kami menilai Pemerintah masih kurang peduli terhadap pengusaha Lhokseumawe. Padahal pengusaha itu adalah mitranya pemerintah,” kata T. Anwar Haiva, kepada Rakyat Aceh, Kamis (29/7). Ia juga menyampaikan, Kadin itu lahir sesuai dengan undang-undang dan peraturan pemerintah maka pemerintah juga harus memperhatikan para pengusaha.

“Gedung Saudagar atau Kantor Kadin Aceh Utara itu kita lihat selama ini sudah terbengkalai, setahu saya aset Pemkab Aceh Utara sudah diserahkan kepada Kota Lhokseumawe, termasuk kantor Kadin tersebut,”ungkapnya.

Disebutkan, pengusaha Lhokseumawe menginginkan gedung saudagar itu dapat diberikan kepada Kadin Lhokseumawe, sebagai tempat berkumpulnya asosiasi pengusaha. Seperti Akli, Hipmi, Aka, Gapensi, Ardin dan asosiasi pengusaha lainnya.

“Kita akan segera bertemu dengan Pemerintah kota Lhokseumawe, ya paling tidak kita perlu audensi dengan Wakil Walikota Lhokseumawe, Pak Yusuf Muhammad, kita mohon secara lisan dulu supaya kantor Kadin itu kita pinjam pakai dulu untuk pengusaha. Nanti Kadin Lhokseumawe akan memikirkan untuk membangun kembali gedung tersebut,”pintanya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Kadin Kota Lhokseumawe, Husaini Setiawan. Ia mengatakan, dengan memiliki kantor sendiri yang merupakan aset pemerintah maka Kadin tidak lagi menyewa kantor. “Kalau kita melihat bekas gedung Saudagar Aceh Utara yang berada di kawasan Mon Geudong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, sangat strategis untuk difungsikan sebagai kantor Kadin Lhokseumawe,”cetusnya.

Namun, menurut dia, itu semua sangat tergantung kepada Pemko Lhokseumawe apakah mau dipinjam pakai atau dibiarkan terbengkalai. Apalagi, selama ini kantor itu juga sudah lama terbengkalai akibat tidak digunakan lagi.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI) Aceh, Tajuddin, menyatakan, dirinya sangat mendukung jika bekas gedung Saudagar Aceh Utara dijadikan kantor Kadin Kota Lhokseumawe. “Selama Kadin Lhokseumawe aktif dalam setiap kegiatan, tapi tidak punya kantor sendiri yang merupakan aset pemerintah,”ucapnya.

Tajuddin juga meminta Pemko Lhokseumawe, dapat memberikan bekas gedung Saudagar Aceh Utara yang kini sudah menjadi aset milik Pemko Lhokseumawe. “Biarlah kami asosiasi pengusaha dibawah Kadin untuk mengelola kantor sendiri sebagai wadah tempat berkumpulnya para pengusaha asal Lhokseumawe,”pintanya. (arm/ra)