ASN Harus Wujudkan Nilai BerAKHLAK dan Bangga Melayani Bangsa

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pidie, Mulyadi Nurdin, Lc, M

HARIANRAKYATACEH.COM – Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) harus dapat mewujudkan nilai-nilai fondasi baru ASN yang dirangkum dalam Core Value ASN ‘BerAKHLAK’ dan Employer Branding ASN ‘Bangga Melayani Bangsa’ yang diluncurkan oleh Presiden RI Joko Widodo beberapa waktu lalu.

Demikian disampaikan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pidie, Mulyadi Nurdin, Lc, MH, Rabu (4/8/2021).

Mulyadi Nurdin menjelaskan bahwa nilai-nilai ASN “BerAKHLAK” merupakan pondasi baru bagi ASN di Indonesia yang merupakan akronim dari Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif, di samping itu para ASN juga harus menjiwai Employer Branding ASN #BanggaMelayaniBangsa.

Mulyadi Nurdin menyebutkan bahwa core value ASN dan Employer Branding ASN yang diluncurkan oleh Presiden Jokowi merupakan momen yang tepat bagi seluruh ASN khususnya di Kabupaten Pidie untuk bertransformasi, berinovasi dan meningkatkan kualitas.

“Presiden Jokowi meminta ASN untuk terus meningkatkan kapasitas, kompetensi, kemampuan beradaptasi terhadap teknologi, peningkatan kemampuan kolaborasi baik lintas sektor maupun lintas disiplin,” jelas Mulyadi Nurdin.

Untuk itu Kepala BKPSDM Pidie mengingatkan seluruh ASN agar menjiwai nilai-nilai baru ASN dan menghindari ego sektoral.

Mulyadi Nurdin menjelaskan bahwa hal itu sejalan dengan pesan Presiden Jokowi saat peluncuran Core Value ASN secara virtual pada Selasa, 27 Juli 2021 lalu, yang menyebutkan bahwa dunia menjadi serba hybrid, serba kolaboratif. Tidak boleh lagi ada ego, baik ego sektor, ego daerah, dan ego ilmu.

Ia menambahkan bahwa Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo sudah menyatakan bahwa pemerintah terus mendorong terciptanya birokrasi yang dinamis dengan tata kelola pemerintah yang bersih, efektif, efisien dan cepat dalam mengambil keputusan.

Mulyadi Nurdin menambahkan bahwa Menteri Tjahjo sudah menegaskan agar Aparatur harus lebih lincah dan inovatif. Birokrasi digerakkan oleh sumber daya manusia aparatur, karena itu peran aparatur sangat signifikan bagi tercapainya tujuan. Jadi, urgensi pengelolaan sumber daya manusia aparatur harus dipercepat.

Untuk diketahui akronim BerAKHLAK merupakan panduan perilaku bagi ASN yang harus dikerjakan dengan penuh tanggung jawab.

Komponen di dalamnya ialah, Berorientasi Pelayanan, maksudnya; memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat, ramah, cekatan, solutif, dan dapat diandalkan, kemudian melakukan perbaikan tiada henti.

Lalu ada komponen Akuntabel, yaitu; melaksanakan tugas dengan jujur, bertanggung jawab, cermat, serta disiplin dan berintegritas tinggi, lalu menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung jawab, efektif dan efisien, dan tidak menyalahgunakan kewenangan jabatan.

Kompeten, panduan perilakunya ialah; meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan yang selalu berubah, membantu orang lain belajar, dan melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik.

Harmonis, panduan perilakunya adalah; menghargai setiap orang apapun latar belakangnya, suka menolong orang lain, dan membangun lingkungan kerja yang kondusif.

Loyal, panduan perilakunya adalah; memegang teguh ideologi Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, setia kepada NKRI serta pemerintahan yang sah, menjaga nama baik sesama ASN, pimpinan, instansi dan negara, serta menjaga rahasia jabatan dan negara. Adaptif, panduan perilakunya adalah; cepat menyesuaikan diri menghadapi perubahan, terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas, dan bertindak proaktif.

Kolaboratif, panduan perilakunya ialah; memberi kesempatan kepada berbagai pihak untuk berkontribusi, terbuka dalam bekerja sama untuk menghasilkan nilai tambah, dan menggerakkan pemanfaatan berbagai sumber daya untuk tujuan bersama. (ra)