Ratusan Bikers Taklukan Jelajah Alam Peusangan

Peserta berswafoto saat jelajah alam Peusangan yang menempuh jarak sepanjang 35 km di kawasan Peusangan, Matang, Kabupaten Bireuen, Minggu (1/8). IST/RAKYAT ACEH

HARIANRAKYATACEH.COM – RATUSAN bikers yang berasal dari berbagai daerah termasuk Sumatera Utara ramaikan gobar jelajah alam Peusangan yang menempuh jarak sepanjang 35 km di kawasan Peusangan, Matang, Kabupaten Bireuen, Minggu (1/8).

Terik matahari yang menyengat, tak menyulutkan semangat ratusan goweser termasuk komunitas Redelong Mountain Bike (RMB) asal Kabupaten Bener Meriah yang menjadi peserta terbanyak dalam olahraga bersepeda tersebut.

Meski jalur yang dilalui saat itu juga penuh tantangan dan rintangan, melewati lintasan setapak, terjal, menanjak dan berliku para goweser terus bergerak maju untuk sampai di garis finish yang berada di pinggiran sungai pada salah satu desa pedalaman di kawasan negeri penghasil kripik itu.

Para gowes asal Bener Meriah hari itu semakin terlihat semangat dengan hadirnya tokoh politik yang juga merupakan mantan Bupati Bener Meriah, Ahmadi SE, putra asli Samar Kilang, yang hingga saat ini masih menjadi orang penting di negeri penghasil kopi.

Sebelumnya, ratusan goweser gobar yang mematuhi protokol kesehatan dilepas secara bertahap oleh panitia di halaman Universitas Almuslim Matang, Bireuen melintasi sedikit jalan beraspal menuju pelosok pedesaan dan daerah perkebunan yang berbukit.

Pertama kalinya sampai di jalan setapak, peserta gobar sudah mendapatkan tantangan untuk menaklukan tanjakan berhadiah, menuju puncak bukit. Tanjakan tersebut lumayan panjang dan tajam namun akhirnya semua peserta terus bergerak maju meski mendorong sepeda masing-masing secara perlahan.

Saat tiba di atas bukit pajang itu, matahari semakin cerah seakan membakar semua kulit beruntung ada beberapa pohon yang tidak begitu ribun yang dapat dijadikan tempat berteduh sambil meneguk air dan menikmati angin sepoi sepoi serta keindahan alam yang memanjakan pemandangan mata sebelum melanjutkan perjalanan panjang menantang lainnya.

Setelah tenaga mulai pulih, pesepeda kembali melanjutkan perjalanan untuk melewati rintangan yang melintasi jalur menurun tajam. Disana, hanya beberapa goweser yang berani melaju dengan sepedanya sementara kebanyakan goweser pada akhirnya kembali memandu sepeda dengan berjalan kaki menuruni bukit dengan penuh kehati-hatian.

Setelah tiba di dasar bukit berhadiah itu, rute yang dilalui mulai landau dan menyejukan karena berada di antara pohon yang menjulang tinggi dan membuat suhu menjadi lembab namun sayang jalur seperti itu hanya pendek dan goweser harus tetap bergerak untuk sampai ke garis finish.

Perjalanan kembali berlanjut sementara suhu siang itu semakin meningkat dan para peserta mulai merasakan penderitaan, dahaga, sementara stok air yang dibawa masing-masing hanya sedikit dan telah habis saat melewati rute sebelumnya.

Setelah perjuangan keras, para peserta kembali melintasi pemukiman masyarakat dan terdapat warung kecil milik warga setempat, namun sayang saat tiba air aqua yang dijual sudah habis sehingga tidak sedikit peserta harus mengisi ulang air dari galon isi ulang yang kebetulan tersedia.

Beberapa jam perjalanan, raut wajah goweser yang tadinya terlihat lelah mulai cerah ketika tiba di jembatan gantung kuning sungai peusangan disana kami disambut oleh beberapa panitia yang sudah menyediakan aqua gelas serta pisang ayam gratis untuk menambah stamina.

Para goweser sempat menganggap, garis finis gobar sudah dekat namun sebenarnya baru separuh perjalanan dan kami harus melanjutkan tantangan baru melewati tanjakan-tanjakan panjang selanjutnya menuju bukit perkebunan sawit milik warga.

Setelah perjalan dilanjutkan, satu persatu peserta mulai mengeluh akibat banyaknya tanjakan yang dilalui dan stok air yang diisi sebelumnya juga kembali habis sehingga stamina pun sudah melemah dan terlihat banyak peserta yang menidurkan diri sejenak dibawah pohon-pohon sawit yang rimbun untuk berlindung dari terik matahari siang itu.

Setelah puluhan kali beristirahat di bawah pohon sawit dan pohon rimbun, goweser asal Bener Meriah akhirnya dapat menaklukan rute gobar dan tiba di garis finish yang berada di pinggir pinggiran desa di salah satu anak sungai peusangan pada pukul 14.00 WIB.

Mantan Bupati Bener Meriah, Ahmadi menyampaikan, sudah lama tidak mendayung sepeda miliknya dan hari itu merupakan hari pertama ia berolahraga berat sehingga sangat terasa lelah untuk menaklukan lintasan jelajah alam Peusangan.

Sama seperti peserta lainya, ia juga mengaku kehabisan stok air saat di perjalanan sehingga memperlambat perjalan untuk sampai di garis finis. (bai)