Tidak Patuh Bayar Pajak Terancam Dicabut izin

HARIANRAKYATACEH.COM I BPKK Aceh Jaya menemukan material tanah serap baik batuan yang dibawa keluar Daerah belum melakukan pembayaran Pajak hingga Kamis, (5/8).

Sebagaimana yang dikatakan, Kabid Pendapatan BPKK Aceh Jaya Zulfadhli, Kondisi tersebut sebagaimana pengangkutan material Batu Gajah yang dibawa dari lamno menuju Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Barat belum melakukan pembayaran Pajak, serta tanah serap yang belum melakukan pembayaran pajak Dari Gampong Baro Sayeung yang dibawa ke perusahan PT KTS, sementara untuk tanah timbunan untuk daerah telah melakukan pembayaran, Katanya

Dirinya menambahkan, “jika tidak taat dalam melakukan pembayaran pajak material bukan logam dan batuan akan dapat berdampak dicabutnya izin yang telah diterbitkan”.

Untuk saat ini, material yang telah dibawa ke Kabupaten Aceh Barat dan Nagan diperkirakan telah mencapai ribuan kubik , selain itu ada material yang dibawa ke Kabupaten Simeulue namun rutin melakukan pembayaran.

Untuk estimasi harga pajak per kubik yang harus disetorkan ke kas Daerah, Tanah serap RP. 5800 per kubik, pasir/kerikil Rp. 7200 per kubik, sementara batuan / Batu gajah rp 8000 per kubik, Kata Fadhli

Dirinya juga menghimbau, “dalam pembayaran pajak harus dilakukan dimana diambil material baik kerikil maupun, tanah serap dan batuan, artian jika material diambil dalam Kabupaten Aceh Jaya harus melakukan pembayaran di BPKK Aceh Jaya”.(hen)