Kader Partai Aceh di DPRA Didorong Evaluasi Dana Otsus

BANDA ACEH (RA) – Juru bicara (Jubir) Partai Aceh Nurzahri menerangkan, Peringatan hari damai Aceh MoU Helsinki ke 16, harus dapat dijadikan sebuah spirit dalam membangun Aceh kedepan.

Nurzahri berujar, saat ini spirit membangun itu terus dilakukan partai Aceh melalui kadernya di DPRA. Misalnya partai Aceh memerintahkan kadernya untuk mengevaluasi pengunaan dana otsus. Bahkan sebutnya, tahun ini evaluasinya lebih detail karena pihak pemerintah Aceh tidak melibatakan DPRA terkait anggaran refocusing di tahun 2021.

“Jadi partai Aceh melalui kadernya yang ada di parlemen harus terus melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap penggunaan dana otsus,“ jelasnya, kamis (5/8).

Menurut Nurzahri, saat ini yang bisa dilakukan partai Aceh ialah mendorong kader di parlemen memperjuangkan MoU Helsinky. Sesuai dengan arahan Ketua Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA PA), Mualem, yang secara tegas menyampaikan bahwa MoU Helsinky harus dijalankan seutuhnya.
Untuk diketahui lanjut Nurzahri, MoU Helsinky ini adalah sebuah mekanisme baru bagi Aceh untuk keluar dari keterpurukan . Sehingga dengan adanya MoU Helsinky, Aceh diberikan beberapa kekhususan dan keistimewaan.

“Jadi kita harus sadar, bisa menikmati semua ini karena ada MoU Helsinky. Kalau ndak ada damai, tentu kita masih dalam kondisi konflik. Seharusnya semua permasalahan sudah selesai. Namun apapun cerita untuk mewujudkan semua itu ada di Pemerintah Aceh. Sebab merekalah yang menjadi pelaksana teknis,“ jelasnya. (mar/Rif)