Taiwan Beli Senjata Senilai Rp10 Triliun dari Amerika Serikat

UNJUK KEKUATAN: Jet tempur F-16V dan amunisinya dipamerkan dalam latihan militer di Chiayi, Taiwan, Rabu (15/1). ((Sam Yeh / AFP))

HARIANRAKYATACEH.COM –  Taiwan berterima kasih kepada Amerika Serikat (AS). Sebab, pada Rabu (4/8) Washington setuju menjual senjata kepada Taipei. Yakni, 40 sistem artileri howitzer medium 155 mm M109A6. Nilainya mencapai USD 750 juta atau senilai Rp 10,7 triliun. Rencana penjualan alat utama sistem persenjataan (alutsista) tersebut tengah diajukan ke Kongres AS untuk mendapatkan lampu hijau.

Itulah penjualan senjata besar pertama pada era Presiden AS Joe Biden sejak menjabat pada Januari lalu. Kementerian Luar Negeri Taiwan menegaskan bahwa alutsista tersebut bakal membantu mereka untuk memperkuat pertahanan serta menjaga stabilitas dan perdamaian regional.

”Menghadapi ekspansi dan provokasi militer Tiongkok secara terus-menerus, pemerintah kami akan meningkatkan pertahanan dan keamanan nasional,” bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Taiwan kemarin (5/8) seperti dikutip Agence France-Presse. Mereka bertekad membela rakyatnya serta mempertahankan kehidupan yang bebas dan demokratis.

Taiwan selama ini terus mendapat ancaman invasi Tiongkok. Penyebabnya, negara yang dipimpin Presiden Xi Jinping itu hanya mengakui satu negara Tiongkok. Pada 1949, terjadi perang antara kubu demokratis dan komunis. Karena kalah, kubu demokratis mundur mendirikan Taiwan. Namun, Tiongkok tidak pernah mengakui Taiwan sebagai negara merdeka. Bagi Beijing, Taipei hanyalah salah satu provinsi wilayah mereka. Tiongkok mengancam merebut Taiwan dengan cara apa pun, termasuk dengan pasukan bersenjata.

Penjualan alutsista ke Taiwan ini bukan yang pertama. Kongres sangat mungkin bakal setuju. Sebagai sekutu, AS sudah lama menjual senjata ke negara tersebut di bawah UU Hubungan Taiwan. Selain itu, ada dukungan bipartisan untuk menyuplai senjata ke Taipei. Pada Oktober tahun lalu, pemerintahan mantan Presiden AS Donald Trump juga mengumumkan penjualan USD 1,8 miliar (Rp 25,8 triliun) sistem senjata teknologi tinggi ke Taiwan. Sebelumnya, ada penjualan alutsista senilai lebih dari USD 13 miliar (Rp 186,5 triliun). Di antaranya, untuk pembelian puluhan jet tempur F-16, tank M1A2T Abrams, dan torpedo MK-48 Mod 6.