Terindikasi Korupsi, Proses Pemeriksaan Terhadap Dinsos Bireuen Tetap Berlanjut 

Kasi Intel Kejari Bireuen, Fri Wisdom S Sumbayak SH AKHYAR RIZKI RAKYAT ACEH

HARIANRAKYATACEH.COM – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bireuen, Mulyadi SE MM telah mengembalikan kerugian Negara senilai 100 Juta rupiah ke kas Daerah pada Senin 2 Agustus 2021 lalu.

Informasi tersebut disampaikan Kasi Intel Kejari Bireuen, Fri Wisdom S Sumbayak SH kepada awak media setalah selesai gelaran silaturahmi dengan wartawan liputan Bireuen, Senin (9/8).

Menurutnya, secara tidak langsung, pihak Dinsos telah mengakui adanya unsur korupsi dalam penyaluran Bansos UEP 2020. Pengembalian uang 100 juta kepada kas daerah bukan meeupakan arahan dari Kejari.

“Justru itu menjadi hal baru bagi kami dalam pemeriksaan nantinya. Makanya, setelah mendapatkan informasi bahwa ada pengembalian uang ke kas daerah, kami langsung meminta klarifikasi dari bendahara daerah dan dimintai bukti penyotoran,” sebut Wisdom.

Disebutkan, Kadis sosial menyetor uang senilai 100 Juta ke Kas daerah, karena telah melakukan potongan 400 ribu dari kalkulasi 250 penerima bantuan. Namun, hal itu tidak serta merta menghentikan penyidikan kasus dugaan korupsi tersebut.

“Kita akan tetap melanjutkan, namun akan digelar perkara terlebih dahulu dan akan mempertimbangkan berbagai aspek, karena salah satu tujuan pemberantasan korupsi adalah mengembalikan kerugian negara,” pungkasnya.

Ia mengaku, terkait penyelidikan dilanjut atau tidaknya, pihak kejaksaan akan mempertimbangkan beberapa faktor. Namun sejauh ini, kasus tersebut masih diproses. Karena, ditemukan kejanggalan dengan pengembalian uang ke kas daerah. Pasalnya, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan dan belum ada hasil audit dari BPKP atau pihak terkait, namun pihak Dinas Sosial sudah mengetahui berapa kerugian negara yang harus dikembalikan.

“Sejauh ini, kasus masih diproses. Apapun kesimpulan nantinya, akan kami disampaikan ke publik, baik dilanjutkan maupun dihentikan,” janji Kasi Intel Jaksa Bireuen ini.

Sementara Kajari Bireuen yang baru, Mohammad Farid Rumdana SH MH meminta waktu satu minggu kedepan untuk mengungkapkan perjalanan penanganan kasus tersebut kepada wartawan Bireuen dan masyarakat Bireuen.

“Mengingat baru sehari kehadiran saya disini, saya minta waktu satu minggu kedepan untuk mempelajari dan akan mengagendakan rapat terlebih dahulu dengan para Kasi. Insyaallah, kami akan mengundang kembali rekan-rekan wartawan untuk kelanjutan kasus tersebut,” pungkas Farid. (akh)