Miring dan Buang Muatan Kelaut Saat berlayar ke Simeulue, Kapal Feri KMP Singkil Selamat

‎ KMP Teluk Singkil yang dikawal KMP Aceh Hebat 1 saat memasuki Teluk Sinabang Kabupaten Simeulue, Minggu (15/8). Ahmadi - harianrakyataceh.com. 

HARIANRAKYATACEH.COM – Alami kemiringan sekitar 20 derajad, Kapal feri KMP Teluk Singkil yang berlayar dari Labuhan Haji Aceh Selatan sebelum mencapai pulau Simeulue, dievakuasi sejumlah kapal lainnya.

Kapal feri KMP Teluk Singkil, mengangkut ‎seratusan lebih penumpang dan muatan kendaraan roda enam, roda empat dan roda dua itu, mengalami kemiringan serius sekitar pukul 05:10 WIB atau sekitar 6 mil laut dari pulau Simeulue.

Mengalami kemiringan yang serius tersebut, pihak Kapten dan ABK kapal feri KMP Teluk Singkil, ‎intruksikan kepada seluruh penumpang untuk gunakan life jacket, serta meminta bantuan ke sejumlah kapal yang sedang sandar di pulau Simeulue.

Kapal feri KMP Aceh Hebat 1 dan Kapal Angkatan Laut (KAL) Sinabang serta sejumlah kapal lainnya, melakukan evakuasi dan mengawal kapal KMP Teluk Singkil, hingga sandar di pelabuhan penyeberangan kapal feri yang ada di Kuta Batu, Kecamatan Simeulue Timur, pagi Minggu (15/8).

Seluruh penumpang dinyatakan selamat dan tidak ada yang luka-luka, meskipun sebelumnya terjadi kepanikan serius detik-detik saat diperintahkan oleh kapten kapal feri untuk gunakan life jacket dan mengetahui KMP Teluk Singkil dengan kondisi miring.

Terkait insiden KMP Teluk Singkil tersebut dijelaskan Bupati Erli Hasyim, didampingi Dandim Letkol Inf Yogi Bahtiar, Danlanal Letkol Laut ( P) Ahmad Fahribi, Kapolres AKBP Pandji Santoso, Kajari R Hari Wibowo serta pejabat teras Pemkab Simeulue yang ditemui harianrakyataceh.com, Minggu (15/8).‎

‎”Alhamdulillah, kapal feri KMP Teluk Singkil dan penumpang selamat dan tidak ada yang luka-luka, telah sandar di pelabuhan. Setelah insiden ini kita minta untuk sementara KMP Teluk Singkil jangan beroperasi ‎dulu, kan masih ada kapal feri lainnya dan kepala perintis”, kata Erli Hasyim.

Sementara Danlanal Simeulue Letkol Laut (P) Ahmad Fahribi menambahkan terjadi kemiringan kapal feri KMP Teluk Singkil itu, ‎dugaan sementara putus tali pengaman salah satu kendaraan truk bermuatan, sehingga bergeser ke arah kanan selanjutnya kenderaan lainnya ikut bergeser sehingga kondisi kapal feri yang sedang berlayar menjadi miring dan oleng.

‎”Dugaan sementara penyebab terjadi kemiringan kapal feri KMP Teluk Singkil, disebabkan ada tali pengaman pengikat truk dalam kapal yang putus. Sehingga truk bermuatan itu bergeser dan kenderaan lain ikut tergeser”, kata Danlanal Simeulue, kepada harianrakyataceh.com, Minggu (15/8).

Sementara Dandim Letkol Inf Yogi Bahtiar, juga sependapat dengan Bupati Erli Hasyim, yang meminta untuk sementara KMP Teluk Singkil tidak beroperasi, hingga benar-benar kondisi kapal feri telah kembali normal dan layak berlayar. “Tadi pagi saya langsung informasikan kepada seluruh pemilik kapal untuk membantu pertolongan dan evakuasi kapal feri KMP Teluk Singkil. Alhamdulillah penumpang dan kapal feri selamat”, katanya.

Informasi yang diterima harianrakyataceh.com, Minggu (15/8), dari  Mulyawan Rohas Kadishub Kabupaten Simeulue menyebutkan, saat terjadi kemiringan kapal feri KMP Teluk Singkil, sempat membuang ke laut sebahagian barang dan muatan milik penumpang dalam kapal, untuk mengendalikan kondisi kemiringan kapal feri tersebut‎.

“Benar, kapal feri KMP Teluk Singkil dalam perjalanan menuju Simeulue mengalami kemiringan dan sempat membuang muatan dan barang milik penumpang ke laut. ‎Memang ada gelombang dan angin lumayan kencang, Alhamdulillah, selamat”, katanya. (ahi)