Tes PCR Termahal di Dunia Ada di Jepang, Harganya Rp5,8 Juta, Termurah Rp115 Ribu di India

Kansai International Airport (Foto: Lewis Tse Pui Lung / Shutterstock.com)

HARIANRAKYATACEH.COM – Skytrax, organisasi pemeringkat transportasi udara internasional, melaporkan perbedaan harga biaya tes PCR sebesar 396 dolar AS atau setara Rp 5,68 juta dari rentang harga tertinggi dan terendah di berbagai bandara di seluruh dunia.

Laporan tersebut disampaikan Skytrax, melalui situs skytraxratings.com pada 16 April 2021.

Dalam riset tersebut, Skytrax meneliti 77 bandara di Eropa, Afrika, Asia, serta Amerika Utara dan Selatan yang menyediakan layanan pengujian untuk penumpang yang berangkat. Asal tahu saja, tak semua bandara menawarkan uji PCR di tempat.

Perlu diketahui, di sejumlah negara, tingkat testing telah ditetapkan oleh pemerintah setempat dan kemungkinan disubsidi.

Selain itu, harga juga turut dipengaruhi oleh pajak testing yang berbeda di setiap negara. Di Inggris, misalnya. Pajak Pertambahan Nilai (PPn) mencapai 20 persen dari harga tes.

Kansai International Airport tercatat sebagai bandara yang menetapkan harga tes PCR tertinggi, dengan harga 404 dolar AS atau setara Rp 5,8 juta. Sedangkan harga tes PCR terendah sebesar 8 dolar AS atau Rp 115 ribu, ada di Bandara Mumbai.

Bandara yang harga tes PCR-nya mahal, mayoritas berada di negara maju dengan infrastruktur, staf, dan biaya laboratorium yang tinggi.

Beberapa penyedia tes di wilayah tersebut juga melaporkan kesulitan mencapai skala ekonomi yang diperlukan, karena adanya pembatasan di penerbangan internasional yang mempersyaratkan tes sebagai syarat bepergian.

Di Eropa, Bandara Riga menyediakan tes PCR dengan harga termurah: 44 dolar AS atau Rp 632 ribu.

Mayoritas bandara di Jerman, umumnya mematok tarif PCR 80 dolar AS atau Rp 1,15 juta. Sedangkan Inggris, harga tes PCR berkisar 82-135 (Rp 1,18-1,94 juta).

Di AS, mayoritas bandara tidak menyediakan tes PCR di tempat. Di antara beberapa bandara yang memiliki layanan tes PCR, Bandara Ft Lauderdale memiliki harga termurah Rp 1,52. Sementara Bandara Internasional San Francisco, mencatat harga tertinggi Rp 3,75 juta.

Jika dibandingkan dengan lamanya proses, bandara-bandara di Rusia tercatat sebagai bandara yang paling friendly-testing dengan harga 22-30 dolar AS (316 ribu-431 ribu), dengan waktu proses 12 jam.

Sementara Moscow Sheremetyevo membandrol harga tes PCR 36 dolar (517 ribu) untuk waktu proses 2 jam. Layanan ini termasuk yang terbaik di dunia.

Meski infrastruktur tes PCR di bandara telah berkembang secara signifikan sejak 6 bulan terakhir, kenyamanan proses di mayoritas negara sepertinya tetap menjadi penghalang yang substansial bagi perjalanan internasional skala besar.

Dalam hal ini, Skytrax melihat kurangnya kohesi global dalam tes Covid untuk kebutuhan travelling.

Terlepas dari perbedaan harga yang substansial antara biaya tes PCR tertinggi dan terendah, standar waktu proses sangat bervariasi. Berbeda-beda di setiap negara. Antara 24-96 jam.

Tak cuma lama waktu tes, metode testing antar negara juga bisa berbeda-beda. Ada PCR, antigen, lateral flow, LAMP, Nucleic Acid Amplificaton dan masih banyak lagi yang belum distandarisasi.

Studi ini juga menganalisis harga berbagai layanan, dengan waktu standar dan dipercepat.

Waktu standar yang dibutuhkan untuk uji laboratorium, berkisar antara 24-72 jam. Yang premium, tak lebih dari 1 jam.

Tes PCR di bandara dilaksanakan oleh klinik yang bervariasi. Namun, dalam riset ini, Skytrax tidak menyertakan jenis layanan VIP apa pun.

Sejumlah kecil bandara menawarkan rapid test antigen, dengan biaya tertinggi 214 dolar AS atau Rp 3,1 juta di Bandara Helsinki Vantaa, Finlandia dan 2 dolar AS (Rp 29 ribu) di Bandara Internasional Chhatrapati Shivaji Maharaj, India. (rmid)