Bersama Kita Kuat, Bersatu Kita Bangkit

Logo Partai Demokrat

Oleh: Rusmadi

Kata-kata ‘Bersama Kita Kuat, Bersatu Kita Bangkit’ ini sebuah motivasi bagi kita untuk mencapai cita-cita maupun harapan pasti akan terwujud bila satu kata dan satu tujuan.

Hemat saya, apalagi di tengah pandemi covid19 ini, tidak hanya bagi person, partai, kelompok maupun komunitas bekerja sama-sama demi terbebas dari wabah yang mematikan tersebut.

Sudah saatnya, bersama kita kuat, bersatu kita bangkit. Ini artinya, dengan bersama sama kita akan menjadi kuat dan kebersamaan itu pula akan menjadi bersatu. Dari bersatu itu pula kita bangkit dari ketertinggalan dan keterpurukan.

Indonesia sebagai negara yang berkembang, namun dengan pandemi covid19 kita dituntut untuk berlari kencang jangan mau ketinggalan dibandingkan negara lain. Sebagai rakyat tentu sangat bangga tinggal di negara maju yakni Indonesia.

Untuk melahirkan atau menciptakan negara maju tidak lah mudah, butuh perjuangan dan keseriusan kita bersama, yang penting bagaimana budaya korupsi itu tidak semakin merajalela.

Budaya korupsi harus dilawan, bila tidak mau maka kita susah menjadi negara maju, hanya berada di level negara berkembang.

Jadi, bersama kita kuat itu bukan untuk tindakan tidak terpuji akan tetapi bagaimana niat dan implementasi yang baik dikerjakan demi bangsa, agama dan negara.

Bahkan setiap tanggal 17 Agustus, kita memperingat Hari Ulang Tahun (HUT) RI, untuk mengingat para syuhada yang telah memperjuangkan harta benda dan nyawa untuk berkibarnya sang saka merah putih.

Dengan perjuangan nenek moyang kita itu, sebagai generasi bangsa Indonesia tidak mudah meninggalkan apa lagi melupakan bagaimana memerdekakan negara ini dari para penjajah maupun sekutu.

Untuk itu, kita juga tidak ingin ada orang yang merusak apalagi memindahkan batas-batas kewilayahan negara. Karena ini bukan bagian menjaga dan melindungi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dengan demikian, adanya tindakan itu harus dilawan jangan dibiarkan, sinilah letak bersama kita kuat untuk melawan musuh.

Bukankah semua kita tahu pribahasa, bersatu kita teguh bercerai kita runtuh, ini artinya kalau kita bersatu akan lebih kuat dibandingkan dengan berpisah akan terpecah belah. Bersatu ini juga ketika budaya gotong royong misalnya dijalankan pekerjaan berat pun akan terasa ringan.

Begitu juga Ibarat batang lidi, bila hanya satu batang tidak punya kekuatan, namun bila sudah bersatu sampai 50 batang, sehingga sampah yang berserakan pun mudah dikumpulkan.

Selain itu juga kita bisa melihat bagaimana seekor semut yang kecil, bisa membawa tulang. Rasanya dari badan semut saja tidak mungkin bisa membawa makanan. Namun dengan kebersamaan dan persatuan itu pula semut begitu mudah membawa makanan ke sarangnya.

Begitu juga seekor kambing yang jauh dari gerombolannya akan mudah dimangsa oleh seekor srigala, bila kambing dalam satu gerombolan tidak mudah dimakan srigala.

Sebagai manusia ciptaan Tuhan yang melebihi dari makluk ciptaan lainnya tidak sama dengan hewan. Sebab manusia dilengkapi akal untuk berpikir. Sedangkan hewan tidak dilengkapi dengan akal.

Jadi dengan kata lain, tentu manusia lebih pandai atau smart dari hewan, sehingga untuk bersatu dan bangkit kearah yang lebih baik sebuah cita cita bisa dicapai dengan kebersamaan tersebut.

Saya berharap, kata bersama kita kuat dan bersatu kita bangkit ini jangan hanya ketika dalam peperangan, akan tetapi setelah sukses juga seiya sekata tidak ada istilah beda pendapat beda pendapatan.

Sejalan dengan ini, Partai Demokrat sudah membuktikan baik di provinsi Aceh maupun di Pusat. Di Aceh di bawah kepemimpinan Ketua DPD Partai Demokrat Aceh, Nova Iriansyah, menjaga kebersamaan untuk menjadi kuat.

Bahkan dengan jabatan Pak Nova sebagai Gubernur Aceh itu semakin menguatkan barisan demi memperbaiki Aceh dari ketertinggalan.

Perhatian Nova Iriansyah, yang pernah Anggota DPR RI ini untuk menjalankan amanah partai dan tidak terlepas arahan dari Ketua Umum DPP Partai Demokrat, H Agus Harimurti Yudhoyono, di tengah pandemi covid19 untuk membantu mengurangi beban rakyat.

Bahkan 9 September 2021, memasuki ke 20 tahun Partai Demokrat, AHY berpesan kepada kadernya ‘Bersama Kita Kuat, Bersatu Kita Bangkit’.

Ini membuktikan bahwa kerja-kerja partai selama ini di bawah komando AHY, satu rasa, satu kata demi perjuangan Indonesia yang lebih baik lagi.

Partai Demokrat di usia dua dekade itu untuk mewujudkan cita-cita bangsa, mengubah pemikiran dari tantangan menjadi peluang, ancaman menjadi kesempatan, harus berani memperjuangkan harapan rakyat dan mewujudkan mimpi besar menuju Indonesia emas 2045.

Sebagai komando Partai di Pusat, AHY juga mengajak seluruh kader, pendukung, dan simpatisan untuk bersama-sama menyatukan langkah dan ikhtiar dalam mengatasi pandemi dan permasalahan yang ada di dalam negeri.

AHY anak sulung dari mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono ini, juga mengajak kadernya menjadi bagian dari solusi terbaik bagi bangsa, membantu menyelamatkan ekonomi negara, merawat demokrasi dan selalu menjadi yang terdepan untuk membantu rakyat.

Partai Demokrat, memasuki 20 tahun, sudah tentu ada sekelompok yang pro maupun yang kontra, baik dari luar maupun dari dalam. Mudah-mudahan hasil gugatan AHY terhadap Kongres Luar Biasa (KLP) kubu Moeldoko di Deli Serdang, Sumut, membuahkan hasil hendaknya.

Demokrat di bawah kepemimpinan AHY dengan memilih Sekjend DPP Partai Demokrat, T Riefky Harsya yang berasal dari Aceh akan membuat partai Demokrat tidak asing lagi bagi masyarakat Aceh.

T Riefky Harsya yang juga salah seorang Anggota DPR RI dari partai Mercy tersebut dengan pilihan rakyat dan menaruh harapan besar masyarakat kepada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) maupun T Riefky Harsya.

Penulis adalah Jurnalis harianrakyataceh.com