Drainase Rusak Parah di Keude Matang Tak Kunjung Diperbaiki, Aktivis Mahasiswa Angkat Bicara

Kondisi drainase rusak parah yang belum diperbaiki di Simpang Empat Keude Matang, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Senin (23/8). AKHYAR RIZKI RAKYAT ACEH

HARIANRAKYATACEH – Saluran drainase yang rusak parah di Keude Matang Geulumpang Dua, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, tak kunjung diperbaiki.

Amatan media Senin (23/8), beberapa lokasi drainase yang rusak, mulai dari samping jalan Medan-Banda Aceh depan MAN 3 Bireuen hingga lokasi didepan Masjid Raya Peusangan. Sebagiannya sudah diperbaiki. Namun, saluran yang berlokasi di Simpang Empat Keude Matang, masih terlihat ambruk dan sangat mengganggu aktivitas pengguna jalan.

Padahal, drainase ini sudah pernah memakan korban. Sebelumnya, truk pengangkut minyak kelapa sawit hampir terbalik akibat kerusakan saluran tersebut.

Syibran Malasi, seorang aktivis mahasiswa Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, sangat menyayangkan kinerja kontraktor yang mengerjakan saluran drainase di Keude Matang tersebut.

“Kami meminta pihak dinas terkait, segera mungkin memperbaiki kerusakan saluran ini. Kami juga mendengar, beberapa warga setempat mencemooh pengerjaan drainase yang kesannya dikerjakan asal-asalan oleh pihak rekanan,” akuinya.

Belakangan ini, sebut Syibran, kerusakan saluran tersebut menjadi perhatian publik karena sudah banyak memakan korban. Nampak jelas, besi yang dipakai sangat kecil dan penutup juga sangat tipis.

“Saluran air itu diperkirakan baru berusia setahun lebih, namun sudah beberapa mobil menjadi korban. Diduga ada indikasi permainan yang tidak sesuai dengan pengerjaan drainase dan diminta pihak penegak hukum untuk mengusut masalah ini,” tegas salah satu konseptor beberapa aksi demo di Bireuen ini.

Ia menyebutkan, kontraktor yang terlibat atas pengerjaan drainase ini, harus bertanggungjawab. Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, sudah sangat banyak warga mengalami kerugian akibat kerusakan drainase ini.

“Semoga seluruh penghubung saluran drainase segera diperbaiki, sehingga tidak memakan korban lagi,” harapnya.

Ini bukan kali pertama, beberapa saluran penghubung Drainase yang sama pernah memakan korban di beberapa titik kawasan Keude Matang. Namun, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bireuen, sudah memperbaikinya.

Sudah tiga lokasi drainase rusak yang diperbaiki, mulai dari samping jalan Medan-Banda Aceh depan MAN 3 Bireuen, hingga lokasi didepan Masjid Raya Peusangan.

Sementara Kepala Dinas PUPR Bireuen, Fadhli Amir ST mengaku belum ada informasi dari pihak Balai. Pengerjaannya dalam tidak bisa serta merta dilakukan, harus di ubah dalam DPA guna dibuat difisit.

“Kami sudah menanyakan kepada pihak Balai, terkait uang rutin. Namun, mereka mengaku tidak ada lagi biayanya. Kemungkinan besar, bulan Oktober baru bisa diproses. Jika memang memungkinkan, segera mungkin akan ditindaklanjuti,” pungkasnya.

Ia mengaku, pengerjaan drainase itu dikerjakan oleh kontraktor berinisial U. Namun jika sudah ada anggaran, tidak akan diperkerjakan kepada rekanan yang sama. Nantinya, ada proses-proses harus dilalui bagi siapa saja kontraktor yang akan mengerjakan drainase ambruk tersebut. (akh)