Pemerintah Aceh Jaya Komit Wujudkan Kejayaan Agama Islam

CALANG – Pemerintah Kabupaten Aceh jaya sangat konsisten dan terus berusaha keras untuk melaksanakan berbagai kegiatan terkait keagamaan, berupa dukungan materil dan Non materil terhadap pembangunan sarana Prasarana ibadah. Seperti pembangunan Masjid dan meunasah di seluruh wilayah kabupaten Aceh Jaya.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Bupati Aceh Jaya, Tgk Yusri S saat Rapat koordinasi keistimewaan Aceh dan keagamaan tahun 2021 di Aula Setdakab Aceh Jaya, Selasa (24/8/2021).

Tgk Yusri mengungkapkan, Kegiatan-kegiatan penunjang syiar islam juga terus digalakkan, seperti dukungan secara finansial berupa bantuan hibah operasional Keagamaan yang diselenggarakan oleh Dinas syariat Islam.

” Ini semua merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah (kabupaten Aceh Jaya) dalam mewujudkan kejayaan agama islam,” kata Wakil Bupati Aceh Jaya.

Menurutnya, hal itu sejalan dengan fenomena yang terjadi ditengah-tengah masyarakat umat islam saat ini, yaitu pertahanan Syiar agama islam yang semakin hari semakin berat.

” Diantaranya Pengaruh globalisasi, teknologi informasi, narkotika serta Informasi, narkotika serta Pandemi covid-19. Empat ancaman tersebut saat ini Datang secara bersamaan dan serentak.

Akibat pengaruh globalisasi dan perkembangan teknologi Informasi ini, kata Tgk Yusri, masyarakat dihadapkan pada hal-hal Baru yang begitu mengasyikkan dan melalaikan.

Adapun akibat dari pengaruh Narkotika bagi masyarakat adalah kehancuran masa depan bagi Generasi muda, kehancuran norma-norma sosial dan agama dalam masyarakat.

Sedangkan dampak dari pandemi covid-19, masyarakat kita saat ini dihadapkan pada ketakutan yang berlebihan akan Covid-19, dan pada akhirnya akan menjauhkan masyarakat dari agama islam.

Untuk menghadapi permasalahan tersebut, lanjutnya, diperlukan pertahanan agama yang kuat. Jika tidak, maka tidak tertutup kemungkinan syiar agama islam akan terus redup dan akhirnya runtuh, serta agama islam akan pergi meninggalkan kita semua.

” Apabila hal ini terjadi maka celakalah kita semua di hadapan Allah SWT,” ujarnya.

Saat ini, tantangan dan masalah yang dihadapi masalah yang dihadapi masyarakat dan umat islam, khususnya di kabupaten Aceh Jaya dapat kita lihat pada saat shalat fardhu secara berjamaah di masjid.

Masjid yang sudah di bangun dengan indah dan megah sepi dari para jamaah. Bahkan di beberapa daerah tertentu malah kekurangan imam dan muazin, bahkan ada yang gagal shalat berjamaah disebabkan tidak ada imam dan muazin.

” Kondisi ini sangat mengkhawatirkan dan menjadi menjadi tanggung jawab kita bersama untuk segera melakukan perbaikan dan pembenahan,” jelasnya lagi.

Oleh karena itu, Tgk Yusri mengajak semua elemen masyarakat untuk melakukan pembenahan dan introspeksi diri sehingga penyebab tempat ibadah kekurangan jamaah dan kemakmuran masjid dapat teratasi.

” Marilah kita secara bersama-sama mulai melakukan introspeksi diri dan melakukan pembenahan dalam tanggung jawab kita masing-masing terhadap permasalahan umat ini. sehingga permasalahan yang terjadi saat ini dapat terselesaikan dengan baik.” Demikian pungkasnya.