Kakankemenag Simeulue: Jangan Percaya Calo Tawarkan Urus Pernikahan 

H Aiyub Kaoy MA, Kakankemenag Kabupaten Simeulue. 

HARIANRAKYATACEH.COM – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Simeulue, mengingatkan untuk tidak meladeni dan melayani bila ada oknum calo yang mengaku-ngaku dengan menawarkan jasanya mampu menangani, memproses pengurusan administrasi dan dokumen resmi  pernikahan.

Selain itu juga Kementerian Agama memberitahukan, tidak ada kutipan biaya saat calon pengantin hendak mendaftar dan hendak menikah di kantor Kementerian Agama saat jam kerja, kecuali acara nikah dilaksanakan diluar kantor Kementerian Agama dan tidak sedang dalam jam kerja, itu dikenakan biaya Rp 600 ribu serta setelah sah menjadi suami isteri juga langsung mendapat kartu ID Card.

Peringatan dan pemberitahuan itu, yang ditujukan langsung kepada masyarakat yang bermukim di 138 desa dalam 10 Kecamatan dalam wilayah kepulauan Simeulue itu disampaikan ‎Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Simeulue, ‎H Aiyub Kaoy MA ‎kepada harianrakyataceh.com, Kamis (26/8).

‎”Kepada seluruh warga Kabupaten Simeulue, jangan percaya kepada oknum calo yang mengaku-ngaku mampu mengurus dan memproses administrasi resmi pernikahan. Bila nikah dilaksanakan saat jam kerja di kantor Kementerian Agama, tidak dikenakan biaya, kecuali pelaksanaan nikah diluar kantor Kementerian Agama dan tidak dalam jam kerja, itu dikenakan biaya Rp 600 ribu “, katanya.

Aiyub Kaoy menyebutkan, kini Kementerian Agama telah mempermudah sistim dan proses pengurusan pernikahan via  online melalui situs resmi milik Kementerian Agama dan atau juga mendatangi langsung 8 kantor KUA yang ada diwilayah kepulauan Simeulue, serta sejak pemberlakuan pengurusan via online, setiap bulannya ada sekitar 40 pasang yang menikah.

‎Meskipun semakin mudah sistim pola pelayanan dan proses pernikahan via online tersebut, untuk persyaratan administrasi calon pengantin yang hendak menikah, wajib harus dipenuhi dan dijalani dan kedepan bakal diterapkan setiap calon pengantin harus melengkapi surat keterangan bebas Narkoba selain surat keterangan lainnya.

Disisi lain sebut Aiyub Kaoy meminta masyarakat harus pahami persyaratan setiap pasangan calon pengantin telah berusia 19 tahun dan bila belum mencapai umur atau masih dibawah umur pasangan calon pengantin itu, harus dilengkapi surat keputusan berketetapan hukum dari Pengadilan Negeri Mahkamah Syar’iyah.

“Saat ini sstim pengurusan pernikahan semakin mudah bisa online melalui situs resmi Kementerian Agama, tapi meskipun online untuk persyaratan tetap harus dipenuhi oleh pasanganan calon pengantin. Masyarakat juga harus paham sesuai aturan calon pengantin itu telah berusia 19 tahun dan bila masih dibawah umur, harus dilengkapi surat keputusan berketetapan hukum dari Pengadilan Negeri Mahkamah Syar’iyah”, imbuhnya. (ahi).