Aceh Tamiang Kehilangan Wartawan Konsisten

HARIANRAKYATACEH.COM – Muhammad Nurdin, wartawan senior Harian Rakyat Aceh yang bertugas di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang tutup usia. Pria yang akrab disapa Bang Buyong ini meninggal dunia dalam usia 62 tahun di kediamannya, perumahan GRR Kampung Landuh, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang, Minggu (29/8) pagi karena sakit.

Kabar duka ini terus menyebar luas melalui media sosial yang dibagikan sanak saudara dan kerabat. Sejumlah pejabat Pemkab Aceh Tamiang dan rekan wartawan juga tampak hadir berbelasungkawa. Ucapan duka cita pun terus mengalir untuk wartawan dua zaman (orde baru-reformasi) tersebut, terutama di grup WhatsApp maupun Facebook.

“Bang Buyong sudah enggak ada lagi, dek,” ucap lirih Asnita (58), istri Almarhum ketika dihubungi Rakyat Aceh.

Menurutnya M Nurdin menghembuskan nafas terakhir di rumah sekitar pukul 06.20 WIB. Diceritakan sang istri tercinta, dalam dua hari terakhir kondisi kesehatan M Nurdin menurun. Selama ini M Nurdin beraktivitas menggunakan kursi roda paska mengalami kecelakaan.

“Mulai parahnya sakit Abang dua hari ini yang sampai dia enggak bisa bikin berita. Enggak mau Abang dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.

Biasanya meski dalam kondisi cacat fisik akibat kecelakaan, Bang Buyong tetap buat laporan berita dikirim ke redaksi Rakyat Aceh dari atas kursi roda.

“Kemarin-lah Abang enggak mau makan, enggak mau lihat HP. Biasanya selalu kerja. Apalagi kalau ada berita yang penting,” pungkas Asnita.

Muhammad Hanafiah (60) sebagai rekan seprofesi tampak hadir melayat ke rumah duka. Ia menuturkan M Nurdin atau Buyong merupakan teman seangkatan wartawan dengannya. Sejak tahun 1980-an meraka berdua sudah berkecimpung di dunia jurnalis.

“Kemana-mana kami naik Vespa. Zaman kami buat berita dulu masih pakai mesin tik belum ada email, terus kirimnya via Kantor Pos,” kenang Hanafiah.

Muhammad Hanafiah menilai almarhum M Nurdin merupakan seorang wartawan yang sangat tertib baik urusan berita maupun memanajemen oplah pemasaran koran.

“Saya sangat tahu sejarah kawan saya ini cukup bagus jadi wartawan. Makanya tidak tergantikan dia di Harian Rakyat Aceh,” kata wartawan Harian Waspada ini.

Rasa duka mendalam juga disampaikan langsung Bupati Aceh Tamiang, Mursil atas meninggalnya wartawan Rakyat Aceh Muhammad Nurdin.

“Innalillahi Waa innaIlaihi Rajiun, semoga diterima amal ibadahnya, diampuni segala dosa-dosanya dan ditempatkan di sisi Allah Subhanahu wa Taala, Amin,” doa Bupati Mursil untuk almarhum.

Dari luar kota, Bupati Mursil mengutarakan, hari ini Aceh Tamiang telah kehilangan tokoh jurnalis yang konsisten dalam menjalankan profesinya.

“Yang saya kenal Almarhum M Nurdin profesional, ulet dan tangguh di bidang jurnalistik. Kita semua kehilangan tokoh wartawan seperti dia,” ungkap Mursil. (mag-86)